Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Ade Kuswahyudi Ketua Porum PKBM Kab.Tangerang Klarifikasi Terkait Adanya Isu Pungutan Terhadap Para PKBM Itu Sangat Tidak Benar

by Gardatipikornews.com
24 Februari 2026 - 98 Views

Kabupaten Tangerang || Gardatipikornews.com -- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM Merah putih,Ade kuswahyudi, memberikan klarifikasi resmi terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang sempat beredar di kalangan ketua porum pkbm baru-baru ini. Ade kuswahyudi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalah pahaman dan menjadi pintah. Selasa,24/02/26

Dalam keterangannya pada Hari Rabu, Tanggal 18 februari 2026, Ade kuswahyudi saat di temui di rumah nya menjelaskan bahwa biaya yang sempat dikeluhkan bukanlah pungutan liar seperti yang diberitakan, melainkan sumbangan yang disepakati melalui rapat forum pkbm.

"Kami ingin meluruskan kabar yang beredar. Tidak benar ada pemaksaan pungutan liar sebesar Rp20.000 sampe 100.000 per ketua porum PKBM di kab, Tangerang Dana yang dimaksud adalah sumbangan operasional kegiatan rapat forum pkbm dan pertemuan semua ketua pkbm yang masuk dalam forum pkbm, yang sebelumnya telah dirapatkan dan di setujui oleh para ketua pkbm yang tergabung dalam forum PKBM di kab.tangerang Banten Ade kuswahyudi menegaskan.

Ia memaparkan bahwa PKBM merupakan lembaga nonformal yang memiliki keterbatasan dana bantuan operasional (BOP) dari pemerintah, terutama untuk kegiatan-kegiatan pertemuan di luar yang membutuhkan biaya mandiri.

"Kami beroperasi dengan keterbatasan. Sumbangan tersebut sifatnya sukarela dan tidak ada unsur paksaan atau mengikat. tambahnya.

Sebagai bentuk transparansi, Ade kuswahyudi menyatakan siap membuka rincian penggunaan dana tersebut kepada pihak berwenang, termasuk Dinas Pendidikan setempat.

Ade kuswahyudi juga meminta maaf atas kurangnya sosialisasi mengenai penggunaan dana tersebut sehingga menimbulkan keluhan. Ke depan nya, pengelola berjanji akan lebih transparan dan komunikatif dalam menyelenggarakan kegiatan.

"Kami berkomitmen mengikuti aturan Kemendikbud terkait pendidikan gratis, namun kami juga butuh dukungan untuk kegiatan di luar . Kami berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan situasi, tutupnya.

Pewarta : @Samsudin GTN & Red@ksi.gtn.com**

Sebelumnya
Ratusan Takjil Dibagikan, Wakalantas Pati Pesan Tertib Lalu Lintas...
Selanjutnya
Awak Media Dihalangi Saat Konfirmasi Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran MBG Di Desa...

Berita Terkait :