news.com
- Minggu Pagi, 26 November 2023 Perempatan Ciseeng tampak ramai dengan kehadiran masyarakat dari wilayah Kecamatan Parung, Ciseeng, Gunungsindur dan sekitarnya. Semuanya berkumpul di depan panggung yang berada di area Ruko Tirta Mas. Ribuan masyarakat datang dengan membawa bendera Merah Putih dan bendera Negara Palestina yang kini berperang menghadapi penjajah keji Israel. Sejak pagi telah hadir Ketua Pelaksana: Dede Sulaeman, Sektretaris: Fahlirrizal, dan Bendahara: Ardiasyah, yang sejak beberapa hari sebelumnya bersama para anggota panitia lainnya kerja keras mempersiapkan acara solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.
Puluhan lembaga yang memberikan spirit terhadap kegiatan aksi kemanusiaan penggalangan dana peduli Palestina, menandakan bahwa semuanya peduli karena sesama muslim adalah bersaudara. Sehingga semuanya bangkit bersemangat untuk membantu rakyat Palestina yang menjadi korban kebiadaban tentara zionis Israel.
Aksi Solidaritas Kemanusiaan itu dimonitot oleh Serma Ramun dan Serka La Ode Rafiun dari Koramil 0621-22/Parung, Babinsa Aipda Asep Mulyana, Aiptu Lestari, Aipda Eka, Pol. PP Kec. Ciseeng. Dan hadir pula Kepala Desa Ciseeng Rahmat Bukhari Muslim S.Sy ME yang bersemangat mendukung kegiatan aksi solidaritas untuk Palestina.
Kehadiran Ketua BPPKB Banten DPAC Ciseeng Bersatu Mulyadi yang didampingi Penasehat Abah Agus, Iwan GTN, para Waka serta pengurus lainnya, disusul dengan kedatangan lembaga Bapera, Kokam, Laskar Banten, Banser, Pemuda Pancasila Ciseeng, FKPM juga menambah semangat panitia dalam hal pengamanan acara tersebut.
Antusias masyarakat muslim dari Kec. Parung, Ciseeng, Gunungsindur dan sekitarnya semakin menggebu manakala melihat kehadiran: 1. Syeikh DR.Ali Abusafi Al-Ghazail, 2. Abdurrahman Al-Mahsry, 3. Majdi Al-Mahsry
(Narasumber dari Palestina ), 4. KH. Sobri Lubis.
Dalam kesempatan orasi diatas panggung, Majdi Al-Mahsry sebagai narasumber, yang ditranslate penterjemah mengatakan bahwa sesama muslim itu bersaudara. Kita bagaikan satu tubuh, bilamana ada bagian tubuh yang sakit maka semua akan merasa sakit.
Hari ini sudah lebih 50 hari zionis laknatulloh melakulan kejahatan kemanusiaan di kota Gaza. Sudah lebih 15 ribu syuhada, yang mayoritas 7000 anak-anak, 4000 kaum ibu. Disana hampir semua rumah hancur, kekurangan makanan, tetapi apapun yang dirasakan oleh masyarakat Gaza tidak menyurutkan semangat mereka, warga Gaza tidak akan pernah meninggalkan tanah yang menjadi haknya.
Insha Allah rakyat Palestina akan tetap berdiri menjadi garda terdepan untuk membela tanah dan Masjid Al Aqsa dari penodaan-penodaan musuh Allah, mewalkili umat Islam seluruh dunia. Rakyat Palestina tidak akan mundur, walaupun banyak negara berkumpul untuk memerangi Palestina demi Allah tidak akan menyurutkan langkah rakyat Palestina.
Pewarta: Agustion/Iwan/Sapuani E