Bogor || Gardatipikornews.com -- Krisis air bersih akibat musim kemarau panjang di Kabupaten Bogor telah meluas hingga ke 33 kecamatan dan 178 desa/kelurahan, berdampak pada lebih dari 300.000 jiwa. Kekeringan parah melanda berbagai kecamatan, di antaranya Nanggung, Citeureup, Parung, Ciseeng dan wilayah lainnya.
Krisis air bersih karena kemarau panjang juga dirasakan oleh warga Desa Cogreg Kec. Parung dan karena adanya permohonan dari warga desa maka pada hari ini, Senin 21 September 2026 PDIP membantu dengan mendatangkan beberapa unit truk tanki berisi air bersih.
Penyaluran air bersih ke wilayah Kp. Ombang Rt. 03 - 04/Rw. 01, wilayah Kp. Cihauk dan Kp. Kandang Desa Ccgreg dihadiri anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan yang sekaligus Ketua DPC PDIP Kab. Bogor Doni Maradona Hutabarat SH, yang didampingi pemangku wilayah Kepala Desa Mad Yusuf Supriatna, Ketua Pac. PDI Perjuangan Kec. Parung yang juga Koordinator Program Dapil VI Suyanta, staf Pemdes Edi Suhaedi, Ketua Rt/Rw setempat serta pengurus Pac. Parung lainnya.

Warga Kp. Ombang, Kp. Cihauk dan Kp. Kandang sangat antusias berpanas-panas menanti 3 mobil tanki air berkapasitas 8.000 liter, karena selama kemarau panjang mereka kesulitan air bersih, menyiapkan puluhan galon dan drum untuk menampung air bersih.
Ketika ditemui awak media perihal warganya yang kekurangan air bersih, Kades Mad Yusuf Supriatna menjelaskan pihak Pemdes Cogreg selama ini sudah berupaya bersama pihak BPBD mengadakan air bersih. Dan ia sangat berterima kasih kepada PDIP melalui Adian Yusak Napitupulu SH dan Doni Maradona Hutabarat SH yang ikut peduli dan prihatin pada warganya yang tengah kesulitan air bersih.
Ketua PAC Parung Suyanta mengatakan kalau pendistribusian air bersih pada awalnya adanya pengaduan warga yang kemudian ia tindaklanjuti. Kemudian dengan gercep ditanggapi oleh Anggota DPRD Jawa Barat dari PDIP Doni Maradona Hutabarat SH.
Sementara itu Doni Maradona Hutabarat SH pada awak media menuturkan: "Pdip sangat peduli dengan rakyat kecil, dan sekarang ini warga Desa Cogreg tengah mengalami krisis air, kami membantu dengan pengadaan air bersih.
Kondisi ini juga harus menjadi perhatian ke depan bagi pemerintah. Karena saat ini banyak terjadi kekeringan dan mungkin persoalan ini bukan hanya terjadi saat ini, tetapi sudah menjadi rutinitas setiap tahun, pemerintah perlu menyiapkan solusi yang lebih permanen. Misalnya, dengan mencari sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan, membuat sumur bor, atau melakukan penguatan jaringan dan ketersediaan air. Jika memang sudah terjadi di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air, hal ini harus benar-benar diperhatikan.
Kalau sumur atau sumber air setempat tidak menjadi jalan keluar, maka salah satu solusinya adalah pemerintah mulai membangun jaringan PDAM ke wilayah-wilayah yang memang mengalami kesulitan air. Karena itu, perlu dilakukan identifikasi terhadap wilayah-wilayah yang memiliki sumber dan potensi air. Secara geologi, dapat dipetakan mana wilayah yang memiliki potensi air dan mana yang tidak. Untuk wilayah yang memiliki potensi air, pemerintah bisa menyiapkan sumur atau sumber air. Sedangkan untuk wilayah yang memang tidak memiliki sumber air yang memadai, pemerintah dapat menyiapkan jaringan PDAM. Dengan demikian, persoalan kekurangan air tidak terus berulang setiap tahunnya."
Penulis: Agustion