Jakarta | Gardatipikornews.com - Sebab, dalam podcast YouTube Uya Kuya, Tio Pakusadewo sendiri tidak menyebutkan nama menteri yang ia maksud, namun hanya menjelaskan soal adanya keterlibatan anak menteri.
“Negara dalam negara lah. Bulsh*t deh lo kalo ngomong ada yang bener. Itu barang masuk, lewat bandar jualan,” jelas Tio Pakusadewo kepada Uya Kuya.
Ia juga menjelaskan soal adanya paket narkoba senilai Rp 18 juta yang dibawa oleh seorang wanita yang nantinya mengaku sebagai istri salah satu narapidana.
“Ada namanya paket 18 juta. Istri nih dateng, istri-istrian, ciuman bisa pindah tuh dari mulut ke mulut tuh,” kata Tio Pakusadewo menjelaskan cara bertransaksi narkoba di dalam lapas.
“Even pabriknya pun ada di dalem. Mereka bikin di dalem. Ini kartel ini. Yang menggagas itu bekas napi, terus menggaet anak menteri,” ungkapnya.
Saat ditanya Uya Kuya siapa sosok menteri yang dimaksud, Tio Pakusadewo enggan menjawabnya.
“Siapa om menterinya om?,” tanya Uya Kuya.
“Tar kalo gua sebut, lu repot, gua repot,” jawab Tio Pakusadewo.
Sementara itu, Yasonna Laoly sendiri memberikan perhatian penuh terhadap kasus sipir di Lapas Rajabasa Lampung, Dhawank Delvi yang diduga memiliki harta kekayaan tak wajar.
Kini, ia telah dicopot dari jabatannya sebagai sipir. Yasonna Laoly pun memerintahkan Inspektorat Jenderal untuk mendalami soal harta Dhawank Delvi.
( @Supriyandi )