Sukabumi - Gardatipikornews.com
Sejumlah bangunan milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi, tampak tidak difungsikan alias mubazir. Padahal, bangunan di dirikan atas dasar peruntukan untuk lancarnya pelayanan masyarakat. Seperti bangunan yang berada di Jalan Jajaway, Kecamatan Pelabuhanratu, tepatnya berdekatan dengan kantor DLH dan Bappeda. Kondisi bangunan tampak di penuhi rumput ilalang dan kumuh. Melihat kondisi tersebut, Direktur Lembaga Analisia dan Transparansi Anggaran Sukabumi (LATAS) Fery Permana, mengaku miris dan menyangkan dengan keberadaan sejumlah bangunan yang tentunya menelan anggaran yang tidak sedikit. Akan tetapi, setelah berdiri tekesan tidak jelas untuk menunjang pelayanan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mana. "Realita ya, banyak bangunan atau balai, kantor dan gedung yang tidak dimanfaatkan. Menurut kami hanya menghambur-hamburkan uang negara dan mubazir. Sebagian besar kondisi bangunan tampak rusak tidak terpakai," cetus Fery Permana Direktur LATAS Sukabumi Raya, Senin (30/8/21). Fery berpandangan, sebelumnya bangunan, kantor, balai, gedung serbaguna milik pemerintah, tentu ada perencanaan dan pagu anggaran yang dialokasikan. Tapi kenapa, setelah jelas berdiri dan terwujud tidak jelas pungsi. "Tujuan dibangunnya gedung ataupun kantor pemerintahan, pasti untuk menunjang pelaksana fungsi eksekutif dan penyelenggaraan pemerintahan dalam pelayanan berjalan dengan baik. Dengan adanya sejumlah aset Pemkab yang tampak tidak difungsikan, terkesan sejak awal tidak sesuai usulan atau kehendak," jelasnya. Selain itu, Ia menilai dalam merancang pembangunan gedung atau kantor yang menggunakan dana ratusan hingga miliaran, tidak terserap kegunaanya sehingga menjadi gedung kosong tanpa dipakai. "Wajar ketika banyak sorotan membangun yang dicetuskan masyarakat di media sosial maupun dengan gerakan audensi. Apalagi, ditengah kondisi pandemi Covid-19 tahun 2021 ini, banyak rencana pembangunan satuan kerja pemerintah, dengan anggaran APBD 2021 yang jumlahnya cukup mencengangkan," selorohnya. Ia berharap, ditengah kondisi pandemi dirasakan secara nasional, banyak masyarakat yang merasakan langsung dampak ekonomi maupun sosial. Alangkah bijaknya ketika dialokasikan untuk membantu penanganan Covid-19. "Kami berharap pemerintah hendaknya melakukan kajian serta perencanaan dan peruntukan yang sifatnya penting. Sehingga ketika dialokasikan dan terealisasi tidak dinilai mubazir. Selain itu, bidang Aset segera mendata jumlah aset yang masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan dan benar-benar memberi manfaat," tegasnya. Sementara itu, Denis Ariska Bidan Kebersihan DLH Kabupaten Sukabumi, mengaku pernah meminta dan mengajukan kepada Bidang Aset, untuk bisa memanfaatkan bangunan tersebut untuk bidang kebersihan, namun masih dalam tahap proses. "Memang bangunan dibawah itu milik aset daeah, DLH sebelumnya sudah mengajukan permohonan untuk bisa di gunakan, namun sampai saat ini masih belum ada perkemabangan," komentarnya kita dikomfirmasi beberapa bulan lalu. Reporter ; A. HILAL