Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Pendidikan - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Emak Emak di Jakbar Turun Kejalan, Kecam Intimidasi di Tengah Pandemi

by Gardatipikornews
28 Agustus 2021 - 383 Views

Jakarta - Gardatipikornews.com


Didominasi kaum ibu-ibu dari RW 11 Kelurahan Kembangan Utara, Kota Jakarta Barat, gelar aksi audensi dan pasang sepanduk minta pemerintah dan aparat hukum untuk melindungi hukum warga yang diintimidasi, Kamis (26/8/2021) lalu. Informasi yang dihimpun, aksi audensi disusul meminta dukungan warga dalam bentuk tanda tangan kecam intimidasi sesama warga. Aksi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Aksi sempat mendapat teguran Satpol PP yang diinstruksikan langsung Lurah Kembangan Utara untuk menurunkan Baliho dukungan yang terpasang di jalan Utama perempatan perumahan Taman Permata Buana, Kembangan Utara. Akan tetapi tidak gubris para kaum ibu-ibu. Kordinator Aksi, Merlin menyampaikan aksi kecam intimidasi dimaksudkan untuk menjaga hubungan sosial warga di lingkungan setempat agar lebih nyaman dan aman. "Aksi ini murni atas keprihatinan warga yang diintimidasi oleh salah satu warga yang tak sependapat dengan para pengurus RT dan RW. “Kami prihatin, masa sesama warga diintimidasi. Selama ini kita hidup rukun, baik baik dan saling menghargai satu sama lain." Cetus Ibu Merlin di lokasi aksi itu. Sementara Nensi, salah seorang warga membutuhkan tanda tangan untuk memberi dukungan. “Saya sebagai warga di lingkungan RT yang berbeda juga ikut resah atas masalah ini. Oleh karena itu masalah ini segera diselesaikan supaya tidak terjadi lagi ke depan," cetus Nensi. Hal senada disampaikan Fani, ia menginginkan warga dilingkungannya menjaga kerukunan dan segera damai, agar tetap akur hidup bertetangga, karena hidup damai itu tentram. “Cepat damai pak, karena kita bertetangga, supaya dilihat sama orang luar tidak ada masalah," singkatnya. By. Asep Anwar
Sebelumnya
Sabtu dan Minggu Polres Sukabumi gelar personil untuk mengamankan kegiatan wisata pada ppkm level 4...
Selanjutnya
Perumda BPR Sukabumi Berikan Kemudahan Pinjaman Bagi Perangkat Desa Berpenghasilan...

Berita Terkait :