Gardatipikornews.com
- PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Konawe gelar dialog publik yang bertujuan untuk mengajak pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. Acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran serta masyarakat, terutama generasi muda, dalam proses demokrasi negara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Berlula Coffe, pada tanggal 8 Februari 2024. Dialog publik ini merupakan langkah konkret dari PMII Konawe dalam mendukung keterlibatan aktif pemilih pemula dalam kehidupan politik dan demokrasi Indonesia. Dalam dialog ini, PMII Konawe berharap dapat membangun kesadaran politik yang kuat dan membantu pemilih pemula untuk memahami pentingnya peran mereka dalam menentukan masa depan negara. Ketua PMII Cabang Konawe, Muhammad Syahri Ramadhan, dalam pernyataannya, menyampaikan bahwa pemilih pemula memiliki potensi besar dalam membentuk perubahan positif di Indonesia. Melalui kesempatan yang diberikan oleh proses demokrasi, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk memilih pemimpin yang mampu mewakili dan mewujudkan aspirasi masyarakat secara keseluruhan. Gelar dialog publik yang diselenggarakan oleh Komisi Pemiliahan Umum (KPU) Kab. Konawe bersama PMII Konawe, diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi pemilih pemula untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan memperdalam pemahaman tentang isu-isu politik dan sosial yang ada. Dengan demikian, diharapkan pemilih pemula dapat membuat keputusan yang cerdas dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi, sehingga dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi bangsa dan negara. Dalam kegitan tersebut terdapat tiga narasumber, diantarannya Ramdhan Rizki Pratama, S.H, Selaku Komisioner KPU Kab. Konawe, Ilham Syaputra Jaya, S.H, Ketua DPD KNPI Kab. Konawe, dan Muhammad Syahri Ramadhan, Ketua PMII Cab. Konawe. Ketua PC PMII Konawe juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat, tidak terkecuali pemilih pemula, dalam menjaga dan mengembangkan demokrasi Indonesia. Dia menekankan bahwa demokrasi bukanlah hak istimewa, tetapi sebuah tanggung jawab yang harus dipertahankan dan diperjuangkan oleh semua pihak demi kepentingan bersama. Dialog publik yang tersebut diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran politik dan meningkatkan partisipasi aktif pemilih pemula dalam proses demokrasi Indonesia. Melalui kerjasama dan kolaborasi antar berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan berdaya dalam menghadapi tantangan-tantangan politik dan sosial yang ada.
Konawe |