Bogor, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Bersama dengan kegiatan Peleuleuyan Jajang Dace Hatomi S.Ip dan Eti Supratini Dace menandakan selesai sudah masa tugasnya sebagai Camat Gunungsindur, karena beliau sudah purna bakti. Giat Pileuleuyan tersebut diprakarsai Ketua Paguyuban Kepala Desa se Kec. Gunungsindur Heri Mulyadi S.Pd i, dan dilaksanakan pada hari ini (Rabu, 11 Juni 2025) tepat Pukul. 08.00 di Taman Kepik Kp. Cimangir Ds. Gunungsindur Kec. Gunungsindur Kab. Bogor.
Kegiatan tersebut sangat meriah dan terlihat ada rasa haru, dihadiri oleh para Kades: Heri Mulyadi, Nurholis, Ralih Hidayat, Sain Saputra, H. Edi Mulyadi, Wardi, Maman, Deden, Bardi, Sekdes: Irvan Ruswandi, Sukanta, Bogi, Awang, Pepen, Aji Ibrahim, para Ketua TP. PKK Desa, Kapolsek Gunungsindur Kompol Budi Santoso SH MH, aparatur Kec. Gunungsindur, BPD, Karang Taruna, UMKM IKM, perwakilan Kepala Sekolah, UPT, KUA, Kader PKK, IPSM dan Pol. PP.

"Mengawali sambutan pertama diberikan oleh pembawa acara kepada Ketua Paguyuban Kepala Desa se Kec. Gunungsindur Heri Mulyadi S.Pdi. Dihadapan ratusan undangan yang hadir ia mengawali dengan mengucapkan rasa syukur dan atas nama Paguyuban Kepala Desa ia menggelar kegiatan Pileuleuyan Jajang Dace Hatomi S.Ip yang berakhir masa baktinya. Heri Mulyadi S.Pdi mengingatkan, disini awal Jajang Dace Hatomi S.Ip bertugas sebagai Camat Gunungsindur, dan di Taman Kepik ini pula ia mengakhiri masa baktinya. Para Kepala Desa banyak kesan dan bimbingan dari Camat J. Dace Hatomi S.Ip, para kepala desa menganggapnya sebagai orang tua sendiri," ujarnya
Mewakili Forkopimcam, Kapolsek Gunungsindur Kompol Budi Santoso SH MH. Selama ini dari Forkopimcam dirasakan sudah bersinergy dengan baik, dan selama 2 tahun bersama Jajang Dace Hatomi S.Ip, alhamdulillah Kec. Gunungsindurlah yang terbaik.
"Sekcam H. M Jamaludin yang kini menjabat sebagai Plt. Camat berucap syukur bahwa hari ini dapat melaksanakan acara yang diprakarsai oleh seluruh kepala desa se Kec. Gunungsindur, semoga apa yang dilaksanakan dapat berjalan lancar," ungkap Sekcam
Dipenghujung acara, Jajang Dace Hatomi S.Ip menuturkan perihal namanya kepada tamu undangan yang hadir. Di akte Desa namanya Datje (yang berarti ikan kecil, atau yang disayangi), merupakan anak bontot (anak ke 10, Dasa-Dace), karena anak bujang dipanggil Ujang (Jajang). Dan untuk mendaftarkan haji harus menggunakan 3 nama, maka jadilah Jajang Dace Hatomi (Hatomi nama ayah yang menjadi Kepala Kantor Keamanan Kota setara Danramil), wafat Th. 1972 saat Dace berusia 4-5 tahun diusia 60 tahun.
Masih menurut Dace bahwa dirinya bukan Superman dan tidak butuh Superman, tetapi dia butuh Supertim. Ia juga mengucapkan kata maaf bilamana selama ini ada hal-hal yang tidak berkenan, karena ia hanya manusia biasa.tutur Dace
Pewarta: Agustion