Gardatipikornews.com
- Yohanes Kemong mengungkapkan ditemukannya sejumlah kejanggalan dalam hasil roling jabatan di Pemerintahan kabupaten Mimika. Ia menduga adanya intervensi atau kepentingan tertentu yang mempengaruhi proses pengangkatan jabatan tersebut. "Mengenai roling Jabatan di kabupaten Mimika, pada tanggal 5 Desember 2023 Pasti ada aktor di balik Semua ini. Sehingga Secara adminitrasi Sudah Tidak Sesuai MekanisMe , karena ada orang yg sudah meninggal dunia selama 3 tahun namun namanya di bacakan sebagai Sekretaris distrik Hoya, ada dua nama di bacakan sebagai Sekretatis lurah tetapi Kepala Lurahnya tidak di bacakan namanya," unjar Kemong. Dalam keterangan tertulisnya melalui pesan via WhatsApp. Rabu, (6/12/2023). Selai itu, Kemong mendorong agar pengisian jabatan di Pemerintah kabupaten Mimika dilakukan secara obyektif dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pejabat yang menduduki jabatan tersebut memang memiliki kualifikasi dan kapabilitas yang sesuai.
"Ada jabatan Plt yg di bacakan tetapi jabatan devenitifnya di bacakan nama orang lain , lalu dasar apa jabat Plt kalo devenitifnya di jabat orang lain. Adapun ada satu orang di bacakan dalam dua jabatan. Bahkan golongan / pangkat II / C bisa jabat esalon IIIa jakni kadistrik mimika Timur, sementara Pangkat IIIc, IIId hingga IVb namanya di sebut di esalon IV sbgai Kaseksi," ungkapnya.
Menurutnya, ada Aparatur Sipil Negara (ASN)
yang dengan sengaja membuat hasil rolling jabatan di pemerintahan kabupaten Mimika menjadi kacau.
"Secara adminitrasi sudah Kacau masukan dan telaan yang kami berikan tidak di ikuti sesuai mekanisme roling. Di duga bahwa ada aktor ASN yang bermain dengan ide dan konsep Sendiri, sehingga banyak pula anak negri di lengserkan hingga tidak di pormosikan dalam jabatan esalon II dan III, sesuai di Kuasai Non OAP. Dengan melihat ini Kami juga jadi kecewa berat," jelasnya.
Ia berharap agar proses roling jabatan dilakukan dengan transparan, berdasarkan mekanisme yang jelas, dan tanpa adanya preferensi pribadi atau kelompok tertentu.
( @Stv. Kaperwil Papua)