MATARAM - NTB | gardatipikornews.com -
Demo Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EW-LMND) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Polda NTB berakhir Ricuh . Senin (14/11/2022). Masa pertama kali berkumpul di depan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) sekitar pukul 08:30, kemudian masa aksi bergerak menuju KNPI Provinsi NTB atas arahan dari Korlap Aksi (Bung Zia) dan (Bung Amrullah).
Tiba di gedung KNPI masa aksi kemudian berbaris rapi sampi gerbang depan Polda NTB, dan terlihat sudah banyak aparat kepolisian juga yang mulai berjaga.
Orasi kemudian dilanjutkan oleh korlap ( Bung Amrullah) dan kordum (Rohman Rofiki) ketua wilayah LMND NTB secara bergiliran, tak lama suasana menjadi mulai tidak kondusif sehingga terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian.
Keadaan semakin memanas ketika masa aksi akan melakukan pembakaran ban dan memblokade jalan yang ada di depan Polda NTB. Untuk mencegal hal tersebut, aparat kemudian merebut dengan paksa mobil komando para masa aksi sehingga kericuhanpun tidak bisa terelakan lagi.
Ada 7 orang masa aksi yang di amankan oleh pihak aparat bahkan sampai diseret paksa dan dipukuli termasuk korlap aksi (Bung Amrulloh) dan kordum (bung Rohman). Dengan ditangkapnya beberapa masa aksi tersebut pihak kepolisian berhasil menguasai dan mengendalikan situasi sehingga masa aksi bisa dipukul mundur.
Atas insiden itu, masa aksi kemudian kembali ke gedung KNPI untuk melakukan evaluasi karena ada 7 orang anggota yang saat ini masih di tahan oleh aparat diantaranya 5 orang dari EK-LMND LOTIM dan 2 orang dari EK-LMND Mataram. Setelah dilakukannya evaluasi, masa aksi kembali lagi ke Polda untuk menyerahkan diri agar semua anggota ikut ditahan sebagai bentuk solidaritas
terhadap kawan” yang di tahan.
Namun aparat tetap dengan tegas menolak hal tersebut hingga masa aksi dibubarkan secara paksa. Sampai saat ini anggota yang masih ditahan masih belum di keluarkan oleh aparat kepolisian MAPOLDA NTB, dan seluruh jajaran EK LMND se-NTB pun meminta 7 rekannya segera dibebaskan.
*(DN)*