Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Ketahanan Pangan di Desa Gunungsari Sukaratu Diduga Jadi Ajang Bancakan

by Gardatipikornews
20 Januari 2024 - 187 Views
Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat | 

Gardatipikor

news.com
,-- Ketahanan pangan Desa adalah kemampuan suatu desa atau komunitas desa untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri dan berkelanjutan dengan memperhatikan ketersediaan , keterjangkauan , kualitas serta nilai gizi dari pangan yang dihasilkan , hal ini mencakup produksi ,distribusi dan konsumsi pangan yang berkelanjutan ,serta upaya - upaya untuk membangun kemandirian dan kedaulatan pangan ditingkat lokal. Ketahanan pangan juga diatur dalam peraturan Menteri Desa PDTT No 8 Tahun 2022 . Tentang prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2023. Fasal 6 ayat (2) Penggunaan Dana Desa untuk program prioritas nasional sesuai kewenangan Desa, poin (b) ketahanan pangan nabati dan hewani pada lampiran Peraturan Menteri Desa PDTT yang tak terpisahkan dari peraturan tersebut. Lain halnya yang terjadi di Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya program ketahanan pangan diduga jadi ajang bancakan .berdasarkan sumber informasi warga yang dijumpai wartawan mengatakan ," pengembangan budidaya jamur tiram sudah tidak berjalan , begitupun ternak ikan sudah tidak ada , pengembangan bibit pisang Kapendis tidak ada ," Ujarnya. Awak media gardatipikor news menyambangi Kantor Desa guna lakukan konfirmasi , menurut keterangan Sekdes Gunungsari Mamat ketika dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan ,'' untuk ketahanan pangan di Desa Gunungsari direalisasikan dari tahap satu ,disini ada 8 kelompok tani yang tersebar di 7 kedusunan dan satu kelompok di karangtaruna , diantaranya ternak ikan , ternak domba ,pengembangan budidaya jamur tiram dan pengembangan pemanfaatan lahan dengan bibit pisang Kapendis ,'" ujar sekdes Mamat , Selanjutnya Sekdes menjelaskan ," anggaran untuk ternak domba sebesar Rp 10 juta , ternak ikan Rp 10 juta , untuk pengembangan budidaya jamur tiram sebesar Rp 20 juta dan untuk pengembangan pemanfaatan lahan yaitu bibit pisang Kapendis sebesar Rp 40 juta , dan tersebar di tujuh kedusunan ," Ucapnya ,Senin 15/01/2024. Awak mediapun melakukan penelusuran kelapangan ,informasi yang terhimpun menurut keterangan ketua kelompok Taruna Tani Musrom berinisial (Y ) ketika dikonfirmasi ditempat kediamannya mengatakan ,"kami hanya menerima Rp 10 juta untuk budidaya jamur tiram dan itu dipake beli bambu , beglog , sekarang tidak berjalan dikarenakan tempat budidaya jamur tiram tersebut ketiban pohon jengkol ,sampai saat ini belum berjalan ditambah Sekertaris berinisial ( R ) sibuk mempersiapkan pemilu dan untuk budidaya jamur tersebut kami sewa tempat untuk 6 bulan satu juta limaratus ribu ," ucap ( Y ) selaku ketua kelompok Taruna Tani Musrom Sementara menurut keterangan kaur kesra Asep ketika dikonfirmasi mengatakan ," terkait budidaya jamur tiram iya saya sendiri yang memberikan sebesar Rp.10 juta , kalau masalah pengadaan bibit pisang Kapendis saya kurang tahu , coba langsung ke pak Kuwu , " katanya ,Selasa 16/01/2024 Kepala Desa Gunungsari Susandi ketika dikonfirmasi dirumah tempat kediamannya ,mengatakan ," untuk pemanfaatan lahan dibelikan bibit pisang jenis Kapendis dengan anggaran Rp 40 juta ,yaitu Rp 7 juta untuk pupuk dan Rp 33 juta untuk bibit pisang kurang lebih untuk 600 bibit pisang , yang berlokasi dibelakang bale desa dengan luas tanah 1000 m." Ungkapnya. Masih di hari yang sama sekitar ba'da magrib tim media menyambangi kediaman Kepala Desa Tawangbanteng Kecamatan Sukaratu yang berinisial (ND) sekaligus sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Sukaratu bertujuan untuk komunikasi serta kordinasi ,terkait realisasi ketahanan pangan Desa Gunungsari berupa bibit pisang Kapendis diduga tidak berjalan alias mangkrak yang berpotensi merugikan uang negara, (ND) selalu Kades Tawangbanteng Menjelaskan di kediamannya ," untuk ketahanan pangan di Desa Gunungsari itu ada kaitannya dengan saya, baru ada pupuknya saja, untuk bibit pisangnya belum ada, kan saya belinya dari Lembaga pemberdayaan Masyarakat(LPM) Kabupaten Tasikmalaya yang berinisial (DI) di tambah handphone saya kena Hek , jadi terhambat.. . Santai kitakan keluarga , nanti saya komunikasi sama Kades Gunungsari, minta waktu satu hari ," jelasnya Dengan perihal tersebut Ketahan pangan di Desa Gunungsari diduga Jadi ajang bancakan , mirisnya lagi itu di anggarkan dari Dana Desa tahap satu tahun 2023 sampai sekarang pertengahan bulan Januari tahun 2024 ,pengadaan 600 bibit pohon pisang berikut pupuknya dengan anggaran Rp 40 juta belum terealisasi. Setelah berita ini dilayangkan pihak LPM Kabupaten Tasikmalaya,pihak Kecamatan Sukaratu dan Dinas terkait belum terkonfirmasi Pewarta : @Jana Kaperwil Jabar Editor : @dmin GTN
Sebelumnya
Ketua DPD Partai Demokrat H. Ni'matullah Erbe, S.E., Memantapkan Diri Menuju...
Selanjutnya
Nerialis SE MH Caleg Dprd Kabupaten Bogor Dapil VI Dari Partai Gelora Bersama Hj. Hisan Anis Matta...

Berita Terkait :