JAKARTA | Gardatipikornews.com -
Pertemuan ratusan ribu relawan Jokowi dengan nama Nusantara Bersatu di GBK pada hari Sabtu, 25 November 2022, dipicu oleh keinginan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan Indonesia. Apa yang sudah dicapai Indonesia, diantaranya pembangunan Indonesia Sentris dan reputasi terhormat di antara negara-negara di dunia, harus berlanjut. Sasarannya, 2045 Indonesia menjadi negara besar, negara adidaya. Ketua Umum Kibar Indonesia, La Ode Budi, menjelaskan bahwa Jokowi dalam pengantarnya di depan para ketua umum relawan, sebelum acara, menyampaikan bahwa calon presiden dan calon wakil presiden hanya bisa diajukan oleh partai atau koalisi partai. Sambil menunggu keputusan partai, Jokowi mengapresiasi upaya relawan untuk tetap bersatu dan berterimakasih atas undangan di acara gbk ini. Pada waktunya, relawan harus mendukung capres terbaik, dan harus diyakini bisa membawa kejayaan bangsa dan negara Indonesia. Menurut La Ode Budi, pengalaman di Jakarta, dimana tidak terjadi kontinuitas pembangunan, menjadi satu contoh pendorong agar 2024, semua relawan Jokowi harus satu komando. “Fakta normalisasi sungai, kunci utama atasi banjir Jakarta, harus tunggu lima tahun, baru bisa berlanjut. Ganti naturalisasi, hanya nama saja, dikerjakan tidak. Bahaya kalau terjadi seperti ini di tingkat nasional,” demikian La Ode Budi. Kibar Indonesia adalah relawan Jokowi yang ikut kerja politik pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI 2012 untuk mengantarkan Jokowi sebagai Gubernur DKI dan berlanjut 2014 dan 2019 mengkampanyekan Presiden RI dua periode. Kibar Indonesia meyakini, pada tahun 2024, relawan Jokowi akan bahu membahu dengan partai politik, yang sesuai dan sejalan dengan aspirasi mereka. “Relawan dan partai satu padu sudah terbukti 3 kali pemilu. 2024, relawan Jokowi akan tegak lurus Jokowi, itu pasti," jelasnya. Kibar Indonesia mengirim relawan sesuai alokasi sebanyak 200 gelang masuk, dari biaya gotong royong pengurus Kibar. ( @gon gtn)