Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Sabtu, 26 September 2026
Pilih Mode:
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Pendidikan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Lagi-lagi Dunia Pendidikan di Kabupaten Sukabumi Menorehkan Kepiluan Bagi Anak-Anak Didiknya

by Gardatipikornews
31 Juli 2024 - 505 Views

Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com 

- Empat ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cilimus, ambruk. Akibatnya, sebagian siswanya belajar di ruangan kantor guru dan ruangan kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Jampangtengah satu atap, di Kampung Cilimus, Desa Nanggerang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Salah seorang pengajar SDN Cilimus, Habudin (33) mengatakan, dampak ambruknya empat ruangan kelas, hanya menyisakan satu ruangan kelas dan satu ruang guru. Siswa terpaksa mengatur jadwal proses belajar mengajar. “Kondisi sekolah hari ini, dilihat bangunannya sangat tidak layak untuk digunakan. Maka dari itu, anak-anak belajar dua shift atau bergantian. Untuk pagi hari kelas 3 ke bawah, dan siang kelas 4 ke atas,” kata Habudin, Rabu (31/7/2024). “Sebetulnya rusaknya sudah lama, tapi kebetulan pas kemaren ada hujan besar (Juli 2024), itu atapnya ambruk. Asalnya masih layak masih bisa dipakai, tapi sekarang tidak memungkinkan,” tambahnya. Untuk proses belajar mengajar dari jumlah 118 siswa dan 5 pengajar, Habudin menyebutkan, sebagian belajar di ruangan kantor sekolah hingga di halaman kantor, lantaran tidak memenuhi kapasitas ruangan kantor guru ukuran kecil. “Ada di ruangan kantor sekolah, anak binaan yang saya satu kelas, ada numpang di kelas SMPN 5 Jampangtengah satu atap satu ruang. Jumlah siswanya 118,” imbuhnya. Menurutnya, kondisi sebagian gedung sekolah yang tidak terpakai terancam bangunannya ambruk. Itu membuat para pengajar khawatir keselamatan siswa dan pengajar. “Itu sangat dikhawatirkan. Makanya bangunan yang rusak tidak bisa dipakai. Sering (tegur siswa) hampir setiap hari kadang-kadang dilarang jangan memasuki ruangan yang rusak, agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan,” jelasnya. “Kepada pemerintah, saya atas nama guru yang mengajar di sini, agar cepat memberi bantuan agar secepatnya dibangun sekolah yang layak untuk kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya.
Sebelumnya
Dirintelkam-Subdit 5 Kamsus Polda Sumsel bersama Media Buser Indonesia Media Garda Tipikor News.Com...
Selanjutnya
Ketua FONI NTB (Muhajidin, S. Pd., MM) Penyerahan SK Kepengurusan...

Berita Terkait :