Pekanbaru || Gardatipikornews.com -- Salah seorang warga mengungkapkan, akibat lemahnya pengawasan dari pemerintah khususnya dinas pendidikan Kota Pekanbaru tentang kegunaan dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS) di SDN 95 Kota Pekanbaru Provinsi Riau, diduga menjadi ladang empuk bagi oknum yang tidak bertanggung hingga penyelewengan terjadi dan mencuat dipermukaan publik.
Warga tersebut berdomisili disekitar lokasi sekolah SDN 95 Kota Pekanbaru dengan minta dirahasiakan namanya. Ia mengucapkan kepada wartawan, bahwa diduga ada penyelewengan dalam pelaksanaan dana BOS di SDN 95 Kota Pekanbaru dari tahun 2023 hingga 2024 tidak tempat sasaran, juknis yang telah dilaporkan oleh kepala sekolah SDN 95 ke Kementerian, kuat dugaan hanya alat untuk mencairkan anggaran dana BOS tersebut tetapi tidak terlaksana dengan baik.
Ia, saya sangat kuat dugaan kegunaan dana BOS di SDN 95 Kota Pekanbaru tidak digunakan sesuai manfaatnya, dan tidak terlaksana sesuai juknis laporan pertanggung yang dikirim oleh kepala sekolah SDN 95 ke Kementerian, karena di tahun 2023 anggaran pondok pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca di tahap I dianggarkan sebesar RP Rp 50.987.900 tahap II, Rp 60.143.600, sementara ditahun tersebut dilakukan pungutan kepada seluruh murid untuk pembangunan pondok baca disekolah SDN 95.
Kemudian anggaran sarana prasarana selalu dianggarkan tetapi perkembangan sekolah SDN 95 tidak terlihat perubahan, malah keadaan sekolahnya banyak yang rusak tanpa ada perbaikan.
Begitu juga dengan anggaran perpustakaan sementara perpustakaan juga terlihat, tidak ada perkembangannya.
Warga sangat berharap dana BOS perlu diawasi secara ketat oleh penegak hukum agar tidak terkesan dinikmati oleh oknum yang tidak bertanggung, karena Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program pemerintah pusat untuk membantu pendanaan biaya operasional sekolah, dan benar' digunakan untuk administrasi kegiatan sekolah, penyediaan alat-alat pembelajaran, pembayaran honor, pengembangan perpustakaan, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, dan lain-lain. Sesuai dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto.
Upaya konfirmasi kepada kepala sekolah SDN 95 Amir Hakim Harahap, konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui WhatsApp seluler tidak merespon, malah diblokir nomor wartawan.
( @Utma. gtn**