Bogor , Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Senin, 30 Juni 2025 bertempat di Aula Kantor Desa Pengasinan di Jalan. Betet I dilaksanakan Rembuk Stanting yang merupakan program penting pemerintah, dan digelar di seluruh Indonesia.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Desa Pengasinan Nurholis, Ketua TP. PKK Yeni Nuraeni, Sekdes Irvan Ruswandi, Halim, Pawi, Plkb Mat Solih, Kasi Penkes Kec. Gunungsindur Een Hermawati, Bidan Desa Enok Julaeha, PD Zulkifli A, PLD Ahmad Asyari HB, Ketua Katar Desa Indra Jaya, Ket. Rw. 02 Muhammad Iqbal Himpaudi Yuyun, Kadus Zulkifli, Kadus 01 Hamdani, Kadus 07 Sumadi, Kadus 02 Nurasan, Kadus 04 Aceng, Peltu Saiman, Binwil Denis K, serta kader desa.
Pengatur acara Pawi memberi kesempatan pertama kepada Kepala Desa Nurholis, yang berbicara berkaitan dengan kesehatan, gizi yang akan segera dievaluasi. Pencegahan stunting di Desa Pengasinan menghasilkan menurunnya jumlah stunting. Ini tidak mudah dalam menanganinya, pencegahannya adalah menjaga kesehatan ibu hamil dan asi exclusive.

Mat Solih menuturkan kalau Tahun 2024 Bkkbn telah dipercaya menjadi ketua umum, dalam rangka penurunan stunting. Dari dulu Bkkbn dan penyuluh Plkb bertanggung jawab penuh atas stunting yang ada di Kec. Gunungsindur.
Di Desa Pengasinan, tambah Mad Solih ada kader spesialis yang menangani masalah stunting, punya 7 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dijumlahkan 21 kader bertugas menurunkan angka stunting. Dan di Kec.. Gunungsindur berjumlah 394 kader TPK.
Kasi Ekbang Een Hermawati berujar di hadapan para undangan, ia menjelaskan kalau Rembuk Stunting adalah kegiatan bagaimana caranya menurunkan angka stunting. Yang harus dilakukan adalah stunting harus dicegah dan jangan sampai bertambah. Ketua Rt/Rw, Kadus dilibatkan karena stunting bulan hanya tanggung jawab puskesmas, dan bukan hanya tanggung jawab kepala desa.
Pewarta: Agustion