Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Pendidikan Di Labura Tercoreng Karna Ulah Guru Yang Menampar Siswi Umur 9 Tahun

by Gardatipikornews
09 September 2024 - 900 Views
  Labura || gardatipikornews.com - guru menampar siswi SD kls 3 sekolah Dasar Negeri 112284 di Labuhan haji Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara pada hari Selasa 3/9 2024 di ruang kelas belajar. Menelusuri kasus guru yang menampar keras wajah/pipi siswi yang berusia 9 (sembilan) tahun bernama Az awak media menghubungi ibu NSW [caption id="attachment_98388" align="alignnone" width="300"] Photo SDN 112284 Labuhan haji Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara[/caption] Az adalah putri kesayangan kedua orang tuanya namun naas Az yang tidak pernah merasakan sakit akibat tamparan harus dirasakan perihnya dari tangan ibu gurunya dan tamparan itu tepat di pipi sebelah kiri Az tangan si guru meninggalkan jejak di pipi Azla perih dirasanya mengakibatkan Azla yang masih duduk di kelas 3 SD itu menangis terseduh hingga pulang ke rumahnya. BACA JUGA :  https://gardatipikornews.com/kapolsek-lengkong-resmikan-jembatan-gantung-yang-telah-selsai-dibangun-dan-siap-digunakan-warga   Ibu NSWh ibunda AZ menceritakan apa yang di alami anaknya Az menangis meneteskan air mata sambil bercerita "Bu tadi saya di tampar guru saya ibu EN tapi jangan bilang-bilang ayah ya, dengan nada kaget Ibunda Az bertanya Karena apa, karna buku paket tidak saya bawa ayah lupa memasukkan ke tas tadi malam sewaktu meroster" BACA JUGA :  https://gardatipikornews.com/kpu-kabupaten-tasikmalaya-akan-umumkan-hasil-pemeriksaan-ketiga-paslon-bupati-pada-tanggal-13-14-september-2024 Mendengar cerita putrinya ayah dari AZ KN (kursin) yang ternyata berada di dalam kamar langsung keluar dan tidak terima dengan apa yang di alami putri kesayangan nya, mendatangi pihak sekolah mencari ibu guru bernama EN yang menampar putrinya. Ibu guru EN meminta maaf saat di temui Ayah AZ dan bukan hanya meminta maaf saat di datangi kesekolah namun ibu guru EN juga mendatangi rumah kediaman siswinya AZ pada Kamis 5/9 merasa kuwatir ada yang terjadi dikemudian hari mengulangi meminta maaf. Ibunda Az menceritakan kepada awak media guru tersebut memohon agar putrinya AZ tidak dipindahkan dari sekolah tersebut, saat di konfirmasi awak media NSW mengatakan bahwa tidak ada pernyataan di atas kertas. Mendengar keterangan tersebut awak media melanjutkan menelusuri langsung kesekolah yang bersangkutan pada Senin 9/9 dan menemui kepala sekolah SD 112284 ibu Rohida S.Pd. Ibu Rohida memberi keterangan bahwa tindakan guru tersebut tidak dibenarkan dan telah menegur prilaku guru tersebut lanjut memanggil guru yang bersangkutan ibu EN agar memberi penjelasan, EN tidak dengan detail menerangkan apa alasan memukul siswi tersebut namun mengatakan hanya menampar pelan saja dan mengaku sudah meminta maaf dengan pihak keluarga. Bila di telusuri program Pendidikan tentang Merdeka Belajar Payung Pencegah Pandemi Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, dan bahasa Menteri pendidikan Bapak Nadiem yang tertuang diMerdeka Belajar Episod 25 https://bpmpkaltara.kemdikbud.go.id Bentuk kekerasan terhadap anak yang dilaporkan juga sangat beragam yakni bullying atau perundungan yang merupakan kekerasan verbal, pemukulan, penganiayaan. Jelas tindakan guru EN salah dan memang tidak pantas. Pihak awak media yang ikut menelusuri kasus ini berharap kepada Bupati Labuhanbatu Utara Dr Hendri Sitorus juga kepada Kepala dinas Pendidikan Irwan Harahap S.Pd M.Pd agar lebih serius menanggapi kasus kekerasan seperti yang di alami siswi AZ dan memberi sangsi kepada guru yang tidak mengindahkan program belajar merdeka bukan hanya sekedar teguran lisan agar kedepan dunia pendidikan di Kabupaten Labura dengan slogan Basimpul Kuat Babontuk Elok bisa menjadi sekolah favorit dan dapat bersaing dengan sekolah sekolah unggulan di luar kabupaten Labuhanbatu Utara. (Tumpal Simorangkir)  
Sebelumnya
Kapolsek Lengkong Resmikan Jembatan Gantung Yang Telah Selsai Dibangun Dan Siap Digunakan...
Selanjutnya
Kepala Desa Kuripan Siti Aswat Narulita Gelar Musrenbangdes Tahun 2024 Dalam Rangka Penyusunan...

Berita Terkait :