Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Sabtu, 26 September 2026
Pilih Mode:
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Pendidikan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Pengakap Malaysia, Kak Haeda Bersama 26 Rombongan Ke NTB

by Gardatipikornews
31 Mei 2024 - 944 Views

Lombok, Nusa Tenggara Barat || Gardatipikornews.com

  - 27/5/2024. Pramuka Kwarda NTB mendapat kunjungan tamu dari Negara asal Malaysia. "Kak Haeda" bersama 26 rombongannya mendaki Gunung Rinjani Lombok didampingi oleh Kanda Serda Idham Kholik Babinsa Sembalun dan sekaligus menjabat andalan Kwartir Daerah NTB berdasarkan instruksi dari Ka.Kwarda NTB kak Drs.fathul gani. Mereka berangkat pada hari Senin, tanggal 27 Mei 2024 bersama 26 rombongan. Menginap di Home Stay Vatar Sembalun. Mendaki dari Sembalun kemudian turun di Senaru pada hari Rabu. Pengakap Malaysia (Persekutuan Pengakap Malaysia) adalah organisasi untuk anak laki-laki dan perempuan yang berusia antara 10 sampai 17 tahun, dan berbasis di Malaysia. Persekutuan Pengakap Malaysia merupakan anggota Organisasi Kepanduan Sedunia. Kedudukan Persekutuan Pengakap Malaysia diatur secara resmi oleh suatu tindakan parlemen melalui Undang-undang Pendirian Asosiasi Pengakap Malaysia pada tahun 1968. Sejarah singkatnya, Pengakap di Malaya (sekarang Malaysia) pertama kali diperkenalkan di Penang pada tahun 1908, sebagai pasukan percobaan di YMCA sebelum menyebar di seluruh semenanjung Melayu. Pada tahun 1974, Datuk Syed Hasyim bin Abdullah dianugerahi Bronze Wolf diberikan oleh Komite Kepanduan Sedunia untuk pengorbanan luar biasanya terhadap kepanduan, terutama pengakap di Malaysia. Penerima lain yang juga mendapatkan Bronze Wolf adalah Tan Sri Kamarul Ariffin bin Mohd Yassin pada tahun 1983. ( @Thopan GTN )
Sebelumnya
Polsek Parung Panjang Bersama Unit Laka Lantas Tangani Adanya Kecelakaan Tunggal Kendaraan Sepeda...
Selanjutnya
Diduga Adanya Praktek Limbah Minyak Ilegal Milik Oknum...

Berita Terkait :