Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Pendidikan - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Pengrajin Bata di Sukabumi Hadapi Paceklik Ditengah PPKM

by Gardatipikornews
28 Agustus 2021 - 648 Views

Sukabumi - Gardatipikornews.com


Selama musim kemarau disusul dengan kondisi pandemi Covid-19 sejak dua tahun lalu. para pengrajin genteng dan bata merah di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi menghadapi musim paceklik produksi dan merosot permintaan konsumen. Kondisi dua faktor tersebut, mereka mengaku kesulitan mendapatkan bahan baku berupa tanah liat dan air sebagai campuran utama dalam pembuatan genteng dan bata merah ditengah kondisi Corona. "Sejak dua tahun terakhir pengrajin bata dan genting merah mengalami penurunan dan banyak yang harus gulung tikar. Kondisi kemarau pasti kendala sumber air mengering, tanah yang dijadikan bahan baku bata merah menjadi keras. Akibatnya tidak bisa mengolah bahan baku karena tidak ada air," kata Usman, pengrajin bata merah di Kampung Karanggantung, Desa/Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, saat disambangi di Lio (tempat pembakaran bata dan genting merah) milikinya, Sabtu (28/8/21) Kesulitan memperoleh bahan baku, ujar Usman, tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan minat konsumen yang menguntungkan bata dan genteng merah semakin menurun, dengan kondisi masyarakat lebih memilih bahan material untuk bangunan rumah lebih modern. "Hasil produksi kerajinan bata dan genteng sangat memuaskan dalam sisi kekokohan kontruksi bangunan. Akan tetapi kami sebagai pengrajin harus putar otak dalam mempertahankan kualitas dan pelanggan," katanya Usman dan rekan-rekannya sesama pengrajin bata merah dan genteng di beberapa desa di Kecamatan Gunungguruh termasuk Desa Cikujang, yang masih bertahan ditengah pandemi Covid-19, sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah. Salah satu bentuk bantuan yang diperlukan pengrajin pada pemasaran. "Saya berharap, pemerintah bisa mempasilitasi dari sisi pemasaran, agar minat masyarakat meningkat atau bantuan penyertaan modal," harapnya. By. Heryanto
Sebelumnya
Jelang HUT Korem 061/Sk,Danrem Selenggarakan Ziarah Makam Cikundul Cianjur dan Doa bersama Anak...
Selanjutnya
Sabtu dan Minggu Polres Sukabumi gelar personil untuk mengamankan kegiatan wisata pada ppkm level 4...

Berita Terkait :