Akan tetapi yang terjadi di lapangan Hasil Investigasi Awak Media banyak oknum-oknum kepala Desa Demi untuk meraup keuntungan mengurangi kualitas pembangunan, Sehingga pembangunan tersebut cepat rusak dan tidak akan tahan lama
Salah satunya di Desa Cinangneng Kec, Tenjolanya Kab,Bogor Hasil dari Investigasi kami awak media untuk pembangunan rabat beton dan TPT banyak kejanggalan, Pasalnya pembangunan rabat beton di Kapung Babakan Girang RT 005 RW 004 volume 700 M x L 2,5 M x 15 T.
Jikalkulasikan untuk rabat betonnya saja menghabiskan perkubikasi 263 kibuk, dengan perkubik 800 ribu perkubik , Maka menghabiskan angaran Rp 210,000,000,00 Untuk rabat beton
Untuk TPT bahan matrial batu pecah semen pasir menghabiskan kubikasi 280 kubik, Anggran untuk TPT menghabuskan jamlah Rp 160,800,000.00
Dan untuk upah kerja 30 orang x120 ribu per orang selama 60 hari Kalender jumlahnya Rp 200,160,000,00 untuk upah kerja
Jumlah total Keseluruhan menghabiskan anggaran Rp 594,000,000,00 dari jumalah anggaran Rp 722,595,000,00 termasuk pajak, Maka ada CCO/uang lebih Rp 128,000,000,00 itu pun jika di lakasana kan oleh ketua TPK
Namun ketika aboy selaku ketua TPK di komfirmasi lewat telephon selululer ia mengatakan pembangunan disubkan/ di borongkan kepada pihak ketiga yang bernama Badi selaku petunjuk teknis "kata Aboy selaku TPK
Kalau memang di subkan pihak TPK dan pihak kepala Deasa meraka sudah jelas mengambil ke-untungan dari angaran samisade
Maka APH Kab, Bogor dan provinsi agar segera bertindak dengan ada dugaan dugaan penyimpangan anggaran samisade oleh Oknum Ketua TPK dan Oknum Kepala Desa Cinangneng"tegasnya
( @Mastur.@sp.Red@ksi.gtn.com
)