Bogor || Gardatipikornews.com -
Bertempat di Cafe Madani Ruko Cendikia, pada hari Rabu 28 Agustus 2024 digelar kegiatan Tasyakuran Hut Himpaudi Kecamatan Gunungsindur ke 19. Kegiatan tersebut kali ini dilaksanakan di Pemerintah Desa Curug, dihadiri diantaranya oleh Jamaludin M.Pd perwakilan Himpaudi Kab. Bogor, Pembina Himpaudi Kec. Gunungsindur Eti Supartini Dace, Kepala Desa Curug H. Edi Mulyadi, Ketua Himpaudi Hj. Desti, serta para guru Paud dari desa-desa se Kecamatan Gunungsindur.
Sebagai pemangku wilayah Desa Curug yang kali ini ketempatan melaksanakan tasyakuran tersebut, Kepala Desa H. Edi Mulyadi dalam sambutan singkatnya sangat bergembira atas semangat para guru Paud yang sebagian besar masih muda-muda. Ia memberi apresiasi penuh atas kehadiran mereka di acara Hut Himpaudi ke 19 Kec. Gunungsindur.
Perwakilan Himpaudi Kab. Bogor Jamaludin M.Pd dengan penuturan yang penuh humor memperkenalkan "Tepuk Toge" kepada guru Paud yang hadir. Tepuk Toge merupakan "sindiran", karena toge itu selalu ada diberbagai makanan.
Ungkap Jamaludin M.Pd, kalau kita sudah mempunyai lembaga Paud harus konsisten dengan induknya, yaitu Himpaudi. Ia pun memperkenalkan yel - yel: Himpaudi Jaya, Himpaudi Kaya, Himpaudi Gaya, Himpaudi Bahagia.
Perwakilan Himpaudi Kab. Bogor tersebut juga memaparkan tentang tugasnya, dimana dari Tahun 2010 - 2012 di SK kan di PKK Kecamatan Jasinga, setelah berada di Himpaudi maka ia melepas jabatannya.
Pembina Himpaudi Kec. Gunungsindur Eti Supartini Dace menuturkan kalau ia sering berbincang-bincang dengan Bu Camat lainnya. Mengatakan kalau mereka pernah disematkan selendang Bunda Paud, berharap semuanya bisa berkonsultasi serta berkolaborasi dengan pihak kecamatan dengan Paud yang ada di kecamatan masing-masing. Ia sendiri menerapkan, sehingga tahu berapa jumlah Paud yang ada di Kecamatan Gunungsindur.
Saat coffe break, awak media GTN menemui Kepala Desa H. Edi Mulyadi terkait dengan Hut Himpaudi ke 19 tersebut. Dengan singkat ia mengatakan, dengan adanya Himpaudi Kecamatan Gunungsindur bisa menjadi tolok ukur perkembangan paud-paud yang ada di desa, dan bisa memperbanyak kegiatan-kegiatan yang sifatnya pembinaan kapasitas guru-guru Paud.
Kegiatan dalam tasyakuran dilanjut dengan hiburan marawis, pemotongan kue ulang tahun dan ditutup dengan do'a.
Pewarta: Agustion/Wahyudin/Sapuani