Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Berawal dari informasi masyarakat terkait program Indonesia pintar awak media mencoba mendatangi kediaman penerima PIP, yang ada di Desa cipanengah kecamatan Bojonggenteng. Rabu 29-04-2026 setelah mengecek buku rekening yang di pegang oleh penerima manfaat awak media mencoba mengsingkronkan dengan aplikasi untuk mengecek program pip alhasil dalam pengecekan di aplikasi dengan yang ada di buku rekening di duga tak sama dalam tahapan penyaluran pertahunnya di buku rekening hanya tercatat ada 3 kali pencairan di tahun yang berbeda dengan jumlah yang berbeda,sedangkan dlm aplikasi tercantum dari tahun 2020 hingga 2024 sudah tersalurkan.
Hasil pengecekanpun di lihat langsung oleh keluarga penerima PIP ia juga menegaskan bahwa anak nya pernah mendapatkan pip tapi hanya 3 kali.
"Iya anak abdi pernah dapet pip 3 kali bahkan pencairannya saya yang ambil seingat saya yang pertama di bank bojonglongok,yang kedua di parungkuda,dan yang terakhir di ambil di Cibadak ,dan kalo untuk buku rekening baru kali ini saya pegang mungkin anak saya sudah keluar dari sekolah, bahkan sudah ada ATM nya dan kemarin saya cek juga keluar sebesar RP.375.000."tegasnya kepada awak media
Berbekal informasi di lapangan awak media mencoba mengkonfirmasi hal tersebut ke pihak sekolah dan langsung bertemu dengan Emon Sumiarsa selaku kepala sekolah SD negeri 02 cibodas setelah berbincang perihal apa yang di pertanyakan oleh awak media ia menjelaskan "Bahwa yang tercatat di buku rekening ini sudah ada dan sudah 3 kali pencairan yang menjadi persoalan nya apa".tanya kepsek.
Awak media menjelaskan betul bahwa atasanama tersebut menerima pip sebanyak 3 kali dengan kurun waktu tertentu namun yang menjadi pertanyaan awak media yaitu :
Dalam buku rekening hanya tercatat pencairan di tahun 2020 sebesar Rp.450.000, tahun 2023 sebesar Rp.900.000 dan masih di tahun yang sama hanyasaja beda tanggal dan bulan yaitu tahun 2023 sebesar RP.450.000.
Sedangkan jika melihat dari hasil pengecekan di aplikasi ada beberapa tahap penyaluran
Nominasi
Pemberian
Tahun Penyaluran 2025
▪︎Nama :............di samarkan
Sekolah SMP NEGERI 1 PARAKANSALAK (20202353)
Wilayah Kec. Parakansalak
Kab. Sukabumi
Prov. Jawa Barat
Bank BRI
Status Dana Sudah Masuk 15 Dec 2025
Tahun Penyaluran 2024
▪︎Nama :............di samarkan
Sekolah SD NEGERI 02 CIBODAS (20202618)
Wilayah Kec. Bojong Genteng
Kab. Sukabumi
Prov. Jawa Barat
Bank BRI
Status Dana Sudah Masuk 20 May 2024
Tahun Penyaluran 2023
▪︎Nama :.............di samarkan
Sekolah SD NEGERI 02 CIBODAS (20202618)
Wilayah Kec. Bojong Genteng
Kab. Sukabumi
Prov. Jawa Barat
Bank BRI
Status Dana Sudah Masuk 05 Jul 2023
Tahun Penyaluran 2022
▪︎Nama :...........di samarkan
Sekolah SD NEGERI 02 CIBODAS (20202618)
Wilayah Kec. Bojong Genteng
Kab. Sukabumi
Prov. Jawa Barat
Bank BRI
Status Dana Sudah Masuk 05 Aug 2022
Tahun Penyaluran 2021
▪︎Nama :.............di samarkan
Sekolah SD NEGERI 02 CIBODAS (20202618)
Wilayah Kec. Bojong Genteng
Kab. Sukabumi
Prov. Jawa Barat
Bank BRI
Status Dana Sudah Masuk 14 Sep 2021
Tahun Penyaluran 2020
▪︎Nama :............di samarkan
Sekolah SD NEGERI 02 CIBODAS (20202618)
Wilayah Kec. Bojong Genteng
Kab. Sukabumi
Prov. Jawa Barat
Bank bri
Status Dana Sudah Masuk 17 Nov 2020
KIP Digital
Ketika di tampilkan data yang di akses oleh awak media ia berdalih, " mungkin saja buku rekening nya ada dua buku jadi anggaran di tahun lain tidak tercantum di buku itu" singkatnya
Setelah berdebat panjang ia (kepsek)mencoba menghubungi guru yang membidangi program pip, di saat menunggu kehadiran guru tersebut awak media melihat beberapa ompreng MBG yang masih berisi makanan yang di tumpah-tumpahkan ke tempat lain bahkan hal tersebut di perkuat bukan kali ini saja cetus seorang yang sedang memindahkan makanan dalam ompreng, sontak menjadi satu pertanyaan kembali kepada kepala sekolah.
"Pak maaf menurut pandangan bapak untuk program MBG bagaimana tanggapan nya dan itu banyak yang di tuangkan ke tempat lain..?"
"Itu mah yang gak abis saya mah moal komen MBG mah."
Sambungnya sontak ia berbalik bertanya kepada awak media "coba ENTE bisa teu nyegah program MBG ,dengan nada keras dan memperlihatkan gestur tubuh dan nada bicara yang berbeda seolah tersinggung dengan apa yang di koreksi dan di pertanyakan oleh awak media.
Setelah apa yang di ucapkannya, awak media langsung berbalik mengoreksi kata-kata yang di keluarkan oleh seorang kepala sekolah "tolong di garis bawahi pak, apa yang saya tanyakan dengan jawaban yang bapak lontarkan, saya bertanya apa pendangan atau pendapat bapak terkait program MBG bukan nyegah program MBG dan kata yang keluar dari mulut bapak menyinggung saya dengan menyebut saya dengan sebutan ENTE dan menunjuk saya tolong di garis bawahi bahwa saya datang ke sini hanya sekedar konfirmasi tentang program pip jika bapak tidak suka di koreksi saya pergi dari ruangan ini.
Jurnalis GTN : @Dd. Hsn GTN** & Red@ksi.gtn.com**