Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Pendidikan - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Warga Kampung Cisayar Di Gegerkan Dengan Penemuan Mayat Yang Gantung Diri

by Gardatipikornews
31 Agustus 2021 - 228 Views

Sukabumi - Gardatipikornews.com


Warga Kampung Cisayar Rt 06/08, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi di gegerkan dengan penemuan mayat gantung diri (gandir) di pohon jambu, Selasa (31/8/21). Informasi yang dihimpun, penemuan mayat gandir bernama AR (26) warga Cisayar, RT 06/08, Desa Mekarsari, Nyalindung. Korban gandir pertama kali ditemukan Khoerudin (20) adik kandung korban. Kapolsek Nyalindung, AKP Aguk Khusaini membenarkan penemuan korban yang mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri menggunakan seutas tali disebuah pahon jambu air milik Nani yang berdekatan dengan TPU atau Tempat Pemakaman umum. “Berdasarkan keterangan saksi Khoerudin adik kandung korban, bahwa pada Senin 30 Agustus 2021sekira pukul 17.30 WIB, AR pergi kedapur dan ke kamar mandi. Namun setelah ditunggu sekian lama tak kunjung kembali," kata Kapolsek Nyalindung AKP Aguk. Sejak itu, saksi bersama saudaranya melakukan pencarian disekitar kampung tersebut. Namun tidak berhasil diketemukan yang kemudian sekira pukul 02.00 WIB dini hari, Khoerudin menghubungi korban melalui telepon selulernya. Namun di reject atau dimatikan. “Hingga pada hari ini sekira pukul 09.00 WIB, AR ditemukan oleh saksi yang bernama Pak Adit sudah dalam keadaan tergantung di sebuah pohon jambu air milik Nani yang berdekatan dengan TPU," jelasnya Msih kata Aguk, berdasarkan hasil olah TKP dan tim medis Puskesmas Cijangkar, bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh korban. "Pihak keluarga menerima kejadian gantung diri tersebut sebagai suatu musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi,” tandasnya. Reporter : Ahmad Hilal
Sebelumnya
Pemerintah Kabupaten Nias Barat Gelar Musrenbang RPJMD Tahun...
Selanjutnya
Ratusan Warga Sasagaran Kebonpedes...

Berita Terkait :