LAMPUNG SELATAN | Gardatipikornews.com -
Salah seorang warga Robi Novika usia (36) tahun bertempat tinggal RT. 004 RW.005 Desa Tajimalela sudah bertahun-tahun terbaring lemah hingga tak berdaya mengalami penyakit lumpuh total, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan diduga tutup mata dan tak mau tahu. Jum'at, (14/11/2022) Diatur dalam, Undang-undang Dasar (UUD) Negara Repubik Indonesia tahun 1945, UU No. 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (SJSN) dan, UU tahun 1945 pasal 34 yaitu :
Pertama, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara;
Kedua, negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan; dan Ketiga, negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.
Dinas terkait yang menangani kesehatan, menurut informasi yang dihimpun oleh tim Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Joniyansyah, S.KM, MM diduga tidak memperhatikan kesehatan masyarakat yang ada dilingkungan sekitar rumahnya. Pasalnya, Kadis Kesehatan juga merupakan salah seorang warga Desa Tajimalela tepatnya di RT. 001 Dusun 001 Desa Tajimalela, Kalianda, Lampung Selatan.
Seorang warga tajimalela yang enggan disebut namanya saat dikonfirmasi Via Telepon Whatsapp mengatakan, "rumah pak kepala dinas kesehatan, joni ya itu Ditajimalela tepatnya ada diRT 001 RW 001 pak" singkatnya menjelaskan.
Robi Novika penderita lumpuh melalui kakak kandungnya Asril Efendi sangat-sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk membantu pengobatan, adik saya mengalami lumpuh dan tidak bisa melihat/lumpuh saraf mata ini dari tahun 2020 sampai sekarang sudah lebih dari 2 tahun.
Kebetulan kami tinggal betiga. Adik saya yang ini robi, saya dan Abang saya. Tugas saya merawat robi sedangkan kakak saya kuli panggul kayu berpenghasilan Rp. 50.000 terbilang (Lima Puluh Ribu Rupiah) perminggu, buat makan aja susah harus pandai-pandai membagi untuk beli obat penghilang rasa nyeri. Katanya menjelaskan sambil meneteskan air mata.
"Kami sangat mengharap bantuan pemerintah berupa kursi roda dan obat-obatan itu dulu yang utama sebagai bentuk kepedulian, agar mempermudah saya, ya karna setiap hari saya gendong adik saya Kalo mau mandi mau apa-apa" Pungkasnya.
Sampai dengan berita ini ditayangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan belum juga berhasil dikonfirmasi.
*Red@ksi.gtn.com*