Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Pendidikan - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

*Wow Keren... " SBMI NTB Dapat Kunjungan Dari Peneliti VRIJE Universitiet Amsterdam (Belanda) dan Dosen Universitas UNRAM*

by Gardatipikornews
01 Desember 2022 - 101 Views

INFO LOMBOK TIMUR - NTB | Gardatipikornews.com -


Yuda Pamungkas A. Dewanto Peneliti dari VRIJE Amsterdam Belanda dan selaku Dosen di Universitas Negeri mataram bersama mahasiswa nya dari unram dalam melaksanakan tugas kampusnya terkait Penomena Tekong/PL , Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Lombok NTB dan Cirebon Jawa Barat. adapun tujuan kedatangannya ke SBMI NTB adalah , melakukan penilitian terkait Sponsor/tekong yang mengirim para pencari kerja ke luar negeri yang di rekrut melalui perorangan maupun melalui proses P3MI. Secara umum banyak dari kalangan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih mencari kerja ke luar negeri dan memilih menjadi PMI. Hal ini karena kurangnya lapangan pekerjaan didaerah sendiri (NTB) dan ini menandakan suatu kemunduran bagi daerah. Para pencari Kerja ini rata rata harus terpaksa memilih keluar negeri menjadi PMI demi mengadu nasip , serta rata rata karena para PMI banyak terlikit hutang piutang, nikah pada usia muda dan tidak memiliki rumah juga fasilitas hidup lainnya yang sekiranya mampu menunjang bisa bertahan hidup di Daerah sendiri,alasan lain juga kadang mereka tinggal bersama orangtua/mertua , faktor Lingkungan, Gaya hidup,Tidak memiliki skill ,atau pendidikan rendah. Tidak memiliki skil atau kompetensi utamanya menjadi bagian permasalahan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan nya agar bisa buka usaha sendiri , di daerah sendiri, sehingga cenderung lebih memilih bekerja dan berangkat mencari peruntungan keluar Negeri. "Seperti yang kita ketahui bersama, Kondisi masyarakat kita di NTB yang semula bisa mengambil/Mendapatkan upah dalam bekerja menjadi jadi buruh tani , namun dalam beberapa tahun terkahir, bekerja sebagai buruh tani perlahan menipis dan perlahan hilang , dikarenakan orang orang yang memiliki lahan pertanian tempat mereka bekerja dahuhu lebih memilih menggunakan alat tekhnologi/mesin untuk menggarap sawahnya yang tentunya hak ini berdampak kepada semakin rendahnya kebutuhan tenaga pekerja ", Terang Usman Usman menjelaskan kepada Tamu (para penelit) semula lahan lahan tempat para buruh tani bekerja yang biasanya selesai penggarapan memakan waktu 4 sampai 5 hari dan dikerjakan oleh paling sedikit 20 orang pekerja (buruh tani), berbanding jauh dengan ketika hari ini para tuan tanah (pemilik lahan) yang sekarang lebih memilih menggunakan jasa tekhnologi atau alat mesin pertanian (Alsintan) yang tidak membutuhkan tenaga manusia terlalu banyak dan bisa menyelesaikan garapan lahan pertanian dalam waktu singkat yang hanya berselang 2-3 jam saja atau paling lambat sehari kerja. Kata Usman (Ketua SBMI) " hal demikian tidak bisa kita pungkiri, mengingat ini sudah menjadi suatu kemajuan zaman dan kebutuhan bagi paravtuan tanah (pemilik lahan).Atas dasar hak tersebut semestinya pemerintah juga kita harapkan melakukan terobosan terobosan lain, untuk memperhatikan dan peduli nasip buruh/pekerja yang semakin hari ,semakin berkurang bahkan hilang lapangan pekerjaan yang biasa menjadi tempat para buruh bekerja.Dengan ketidaksiapan masyarakat kita seperti ini pihak pemerintah juga belum mampu menyiapkan lapangan pekerjaan di daerah sehingga hal ini sangat perlu dipikirkan solusi terbaik untuk bagaiaman menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarkat kita.Tutur Usman " Nah , kesempatan inilah yang kadang dimnafaatkan oleh para oknum tekong/sponsor/PL mulai berdatangan menawarkan ,serta mengiming iming untuk merekrut masyarkat kita khususnya di NTB untuk diajak bekerja ke luar negeri dengan proses cepat gaji tinggi dan langsung berangkat , dan kebanyakan pula mereka di kirim oleh perorangan melalui jalur ilegal sehingga berdampak kepada sering terjadinya musibah maupun masalah masalah yang timbul seperti beberapa korban CPMI yang dikirim ke negara malaysia menjadi korban meninggal dunia kapal tenggelam , disiksa, tidak digaji, dipaksa bekerja,dll.Jikapun mereka bisa selamat ketika mencoba ingin menyekamatkan diri dengan lari dari majikan, namun terkadang mereka di tangkap di perbatasan oleh kerajaan Malaysia ataupun pemerintah indonesia.Ini kan kasian mereka jika sudah seperti itu yang terjadi. " Sambung Usman..." Ketika para CPMI pencari Kerja yang memilih diproses melalui jalur yang benar dan prosedural, atau jalur pemerintah yaitu PT ( Perusahaan ) resmi, namun sering juga terjadi hal yang tidak diinginkan, sangat di sayangkan juga jika ada oknum PT yang nakal dan bahkan mengorbankan CPMI seperti yang terjadi di lakukan oleh PT Bagoes Bersaudara yang hingga sampai saat ini belum menemukan titik terang, sebanyak 200 lebih CPMI yang sudah mendaftar dari tahun 2021 sampai hari ini pun belum tuntas permasalahan CPMI,yang dimana uang yang mereka setorkan rata raya sebesar 15 juta bahkan ada yang sampai 40an juta, hingga keseluruhanya sebesar 3 Miliyaran lebih di embat oleh PT Bagoes Bersaudara. Maka atas dasar ini pula kepercayaan Masyarakat terhadap proses proses dalam mencari sebuah peruntungan kerja melalui jalur resmi malah semakin dibuat Trauma, dan rasa percayapun semakin berkurang. Oleh karena banyak yang merasa tertipu,atas dasar itulah kadang masyarakat kita di NTB umumnya, masih banyak yang mengambil jalan pintas atau berangkat ke luar negeri di bawa oknum sponsor/tekong/PL melalui jalur ilegal atau nonprosedur berkedok pelancong. Oknum Oknun Perusahaan penyalur juga banyak memiliki PL/sponsor/tekong yang ditugaskab, merekrut para CPMI dengan menawarkan PT yang mereka kenal utk di daftarkan, namun banyak juga yang jadi korban dengan menjajikan ada job macam-macamlah, dikatakan Cepat proseslah,berangkat pelatihan nya juga 3 sampai 4 harilah, dan tidak hanya itu bahkan untuk menerima sertifikat saja kadang di mintai kembali dengan meminta/mengambil sejumlah uang dengan alasan biaya buat pasport.Padahal pasport di buatkan di disnaker atau di LTSA di kabupaten kota , ternyata PT juga tidak memberangkatnya sehingga tidak sedikit para CPMI menjadi korban.diketahui Penyebabnya utama diantaramya para CPMI kekurangan informasi lemahnya pihak pemerintah melakukan sosialisasi dan mendorong desa segera buat *PERDES* tentang *Perlindungan Pekerja Migran Indonesia* agar tidak terus -terusan terjadi para oknum Tekong/sponsor mencari mangsa atau korban. Seharusnya ' kata Usman " Pihak pemerintah baik PEMKAB maupun PEMPROV harus gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih memahami dan mengetahui berbagai hal terkait prosedur, serta cara kerja dalam proses persiapan bagi para CPMI kita, agar mereka lebih banyak mengetahui bagaimana menjadi CPMI yang baik dan benar serta menjadi PMI yang sukses. " Sosialisasi tersebutpun kita harapkan harus mengikutsertakan atau melibatkan berbagai unsur termasuk aparat kepolisian , Pemerintah Desa,LSM/NGO , BPD. LKMD/LMD,PKK , Lembaga Pendidikan maupun balai mediasi yang ada di daerah.tutup Usman. dn.gtn.ntb.com
Sebelumnya
Perintah Kapolda Aceh Melalui Kapolres Simeulue AKBP JATMIKO, S.H., M.H. Melaksanakan Kegiatan...
Selanjutnya
*Polsek Gandus Wilayah Hukum POLRESTABES Palembang  Melaksanakan Giat Patroli Sambang Antisipasi 3...

Berita Terkait :