Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Kamis, 17 September 2026
Pilih Mode:
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Politik - GTN Pendidikan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Antisipasi Kenaikan Harga Daging, Atang Minta Pemkot Pastikan Stok Aman Jelang Ramadhan

by Gardatipikornews
08 Maret 2022 - 353 Views

BOGOR


|

GARDATIPIKORNEWS.COM


– Adanya tren kenaikan harga daging di pasar Kota Bogor beberapa waktu terakhir perlu diantisipasi lebih awal oleh Pemerintah. Dari hasil pantauan di lapangan, kenaikan harga daging sapi mencapai Rp10 ribu, dimana harga daging sapi saat ini sekitar Rp130 ribu hingga Rp135 ribu, dari sebelumnya Rp115 ribu hingga Rp125 ribu. Atas adanya kenaikan harga ini, Atang meminta Pemerintah memastikan stok daging aman, agar dapat menormalisasi harga menjelang momen ramadhan yang tinggal kurang dari sebulan lagi. “Kenaikan harga ini harus dibarengi dengan kepastian stok pangan. Insya Allah keamanan stok daging bisa menjadi langkah untuk menahan kenaikan harga. Informasi dari pihak Perumda Pasar, bahwa stok masih aman dan kita berharap kondisi ini mesti terus dijaga,” kata Atang, Selasa (8/3). Ketersediaan stok daging bisa diusahakan oleh Pemkot melalui beberapa langkah. “Pertama, memastikan sumber pemasok sapi potong di RPH Bubulak lancar. Kedua, memastikan kelancaran pasokan daging dari distributor daging ke pasar-pasar Kota Bogor. Kedua hal tersebut bisa dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi intensif dengan para pihak”, tegas Atang. Terakhir, Atang meminta kepada Pemerintah untuk proaktif dan tidak menunggu momentum kenaikan harga. Terlebih beberapa hari lagi masuk bulan ramadhan dan lebaran. Dirinya berharap agar Pemerintah hadir untuk membantu kesusahan warga. “Pemerintah harus proaktif dan antisipatif. Sudah harus punya proyeksi solusi. Jangan sampai kasus kenaikan dan kelangkaan minyak goreng terjadi lagi. Kemarin harga kedelai juga turut naik yang berakibat pada produsen tahu dan tempe. Kasihan masyarakat, ekonomi sulit ditambah lebih sulit dengan kenaikan harga-harga pangan pokok. Harus diamankan stoknya. Terlebih menjelang ramadhan dan lebaran. Harus gerak cepat”, pungkasnya.   - GTN -
Sebelumnya
DPRD Kota Bogor dan Pemkot Bogor Sepakat Batalkan Raperda PMP Perumda...
Selanjutnya
DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Kawal Ketat Penyaluran...

Berita Terkait :