Kabupaten Sukabumi || Gardatipikornews.com -- setelah mencuat dan ramai di kalangan publik baik media sosial maupun masyarakat hingga terdengar langsung oleh gubernur Jawabarat kasus meninggalnya Raya balita yang mengidap infeksi cacing seperti ramai beredar unggahan vidio yangmana mengeluarkan cacing dalam hidung almarhumah kini menjadi perhatian serius baik dari tingkat provinsi maupun daerah.20-08-2025
Di kutip dari beberapa sumber yang membenarkan bahwa hal itu betul adanya informasi mengenai pemanggilan kepala desa cianaga Wardi Rustandi,oleh gubernur Jawabarat (KDM) terkait kasus meninggalnya Raya balita 4 tahun,di jelaskan juga oleh kepala desa kabandungan Bedi
"Iya betul kang sebetulnya saya prihatin apa yang terjadi di desa rekan saya tak sedikit yang memojokan tapi sejujurnya mengenai penanganan untuk tingkat desa baik kader, bidan desa maupun kepala desa itu sendiri menurut saya sudah maksimal karena saya juga waktu itu pernah ikut juga membantu dan menangani bahkan desa yang lain ikut juga membantu,dari mulai penyaluran PMT,BLT , dan lainnya kita ada vidio visualnya dan dokumentasi dari usia masih satu tahun dan hingga kemarin,namun memang setiap desa itu tidak semua memiliki akses yang cukup apalagi kita yang berada di pedalaman akang tau sendiri bagaimana jalur di desa kita yang terpencil jika untuk menempuh RS besar,sedangkan yang hari ini terjadi seharusnya bisa terdeteksi oleh pihak medis yang memang paham betul gak mungkinkan bidan atau kader yang kapasitas nya tak seperti dokter yang ada di rumah sakit,dan buktinya beberapa bulan lalu kita tau dan rasakan sendiri bagaimana susuahnya untuk mengaktifkan atau mengakses BPJS kesehatan harus nunggu beberapa bulan apalagi yang terjadi hari ini keluarga tersebut tersendat oleh beberapa faktor,bisa di lihat sendiri oleh akang bagaimana kondisi pisik dan mental mereka yang kurang baik. jelas nya
"Bedi menambahkan sebelum nya kang Wardi berangkat ke pakuwan saya sempat menanyakan sudah pernah dapet bantuan rutilahu (rumah tidak layak huni) belum keluarganya..? ia menjawab untuk perehaban dari rumah yang awalnya ber alaskan bambu berdindingkan bilik kini sudah berubah menjadi lebih layak di banding bangunan awal itu semua di lakukan dengan swadaya baik dari tokoh masyarakat,lingkungan dan warga cianaga bergotongroyong membangun rumah tersebut untuk bahan matrial yang lainnya saya sendiri yang menyediakan, karena rumah awal yang ber alaskan bambu dan berdingdingkan bilik sedikit demi sedikit ia rusak di gunakan untuk kayu bakar oleh Udin ( pemilik rumah) sehingga alasrumah terbuat dari bambu tersebut bolong dan ketika itu kejadian di malam hari almarhum( raya )pernah jatuh ke bawah hingga esok paginya di temukan tertidur beralaskan tanah dari situlah warga beserta tokoh dan kepala desa bergotongroyong membangun rumah tersebut, namun itu semua kejadian sebelum rumahnya mengalami perubahan seperti sekarang dan sudah lama juga.terang Wardi
Dengan kejadian ini kita semua terutama pemangku kebijakan dan yang memang menangani terutama dalam segi kesehatan bisa lebih memahami dalam semua aspek kehidupan apalagi untuk wilayah kami di kecamatan kabandungan dan ini semoga menjadi hikmah bagi kita semua dan tidak saling menyalahkan.pungkasnya.
( @DD. Hasan GTN**