Sertifikat Eliminasi Malaria diberikan oleh Kementrian Kesehatan RI kepada Kabupaten endemis malaria yang telah berhasil melakukan upaya eliminasi kasus malaria secara menyeluruh. Kondisi geografis Kabupten Sukabumi yang memiliki banyak pantai dan hutan menjadikan Kabupaten Sukabumi tidak hanya potensial untuk pariwisata tapi potensial juga untuk penyebaran penyakit malaria. Nyamuk _Anopheles sp.sundaicus_ sebagai vektor penyakit malaria merupakan jenis nyamuk yang memang banyak ditemukan di Kabupaten Sukabumi. Nyamuk jenis ini merupakan vektor yang menjadi inang _Plasmodium_ penyebab penyakit malaria.
"Menurut Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami menyampaikan " Upaya eliminasi malaria di Kabupaten Sukabumi memerlukan waktu dan persiapan yang lama. Selain upaya eradikasi kasus malaria melalui pengobatan, upaya profilaksis bagi orang yang akan bepergian ke daerah endemis malaria, pemetaan vektor nyamuk juga dilakukan di Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menunjukkan bahwa di Kabupaten Sukabumi masih terdapat nyamuk Anopheles sebagai vektor malaria, akan tetapi tidak ditemukan kasus yang indigenous pada manusia, sehingga pada tahun 2021 Kabupaten Sukabumi dinyatakan dapat mengeliminasi penyakit malaria.
Adapun yang menjadi kendala saat ini adalah pendataan dan surveilans migrasi bagi pekerja migran yang pulang dari daerah endemis malaria yang berpotensi menularkan di Kabupaten Sukabumi karena vektornya memang ada. Semoga hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar dapat tetap mempertahankan status Kabupaten Sukabumi sebagai Kabupaten yang telah berhasil mengeliminasi malaria dengan kasus indigenous malaria NOL sejak tahun 2018.Unkapnya.
( Red@gtn.com
)