Ketua Umum LSM LMPI Andreas Tambunan Menjelaskan,"Kami menduga Kabag Umum Hamid dan Ade Merupakan Otak Mafia Kegiatan di kabag umum, Karena setiap Hari tidak Berada Di Kantor,selalu berkantor di sekitaran pemda bahkan di salah satu Lapangan Golf di Cikarang pusat .
BACA JUGA : https://gardatipikornews.com/aplikasi-brimo-banyak-fitur-fitur-yang-sangat-menguntungkan-salah-satunya-investasi-emas
Andreas membenarkan,"pihaknya menemukan sejumlah stempel Pada saat ketua umum LMPPSDMI leo dan ketua LSM LMPI Andreas hendak Konfirmasi kegiatan pemeliharaan gedung pemda, tiba tiba kami melihat stempel Berserakan di meja di ruangan pegawai , ternyata stempel itu milik sejumlah perusahaan, Pada saat itu stempel yang dimeja kami coba ambil kertas HVS untuk distempel dikertas HVS ternyata betul bahwa stempel tersebut adalah stempel bebarapa perusahaan yang acapkali sebagai pelaksana di bagian umum.
Andreas menyimpulkan dan memastikan bahwa kegiatan di kabag umum dikerjakan dan dimonopoli oleh oknum pegawai, hanya pinjam bendera dan memberikan sukses fee,"tukas andreas
Dirinya membenarkan ,"Sesuai Surat Ombudsman RI Yang di tujukan Ke Pj Bupati Bekasi,Perihal Penemuan Sejumlah Stempel Di Kabag Umum Setda kabupaten Bekasi Diduga Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa ,Ombudsman RI meminta Pj Bupati Bekasi Untuk menindaklanjuti Dan memanggil pihak terkait guna memeriksa oknum pegawai yang melalukan monopoli di pengadaan barang dan jasa di lingkungan Setda kabupaten Bekasi,"ujarnya
Namun,Hingga saat Ini Pj Bupati Belum melakukan langkah sesuai Instruksi Ombudsman RI,sangat Kita sayangkan Ketidak seriusan Pj Bupati melakukan Langkah yang Komprehensif dan tindaklanjuti Peintah Ombudsman ,"Sesal Andreas.
Kami menduga,Jangan jangan Pj Bupati Sengaja Melindungi Anak Buahnya yang ketahuan Memonopoli kegiatan,atau sebaliknya Pj Bupati sendiri Ikut Terlibat Di Dalam nya,dan kami juga Akan menindaklanjuti ini ke APH Kajati atau Polda metro jaya sebagai Laporan Temuan Stempel dugaan terkait Pengadaan Barang dan Jasa Di Lingkungan Setda Kabupaten Bekasi "tutup anreas.
Sementara itu,Ketua umum LMPPSDMI J.Leonard Butar Butar Menegaskan,"Sebenarnya Hal ini sudah lama terjadi,ini sudah tidak asing lagi di Pemkab Bekasi,Tapi Baru ini Bisa dibuktikan dengan temuan Stempel milik rekanan penyedia yang sering melaksanakan kegiatan di lingkungan Pemkab Bekasi,ini lah kebobrokan oknum Pegawai,dan ini akan kami seriuskan karena menyangkut Dugaan KKN dan Disiplin ASN,"Sahut leo.
Pewarta :@safari bono(GTN)
Bekasi || Gardatipikornews.com - Tudingan Mencuatnya sejumlah Proyek kegiatan di kelolah Oknum Pegawai Kabag Umum Setda Kabupaten Bekasi di buktikan dengan Ditemukannya Sejumlah Stempel Di salah satu Ruangan,tanpa di sadari sejumlah Stempel itu milik rekanan Di Kabag Umum yang sering menjadi Pihak ketiga pelaksana kegiatan.
Penemuan Stempel sejumlah Perusahaan Pihak Ketiga itu di duga berkaitan Pengadaan Barang dan Jasa atau monopoli yang dilakukan oknum Pegawai di Setda Kabupaten Bekasi.
Ketua Umum LSM LMPI Andreas Tambunan Menjelaskan,"Kami menduga Kabag Umum Hamid dan Ade Merupakan Otak Mafia Kegiatan di kabag umum, Karena setiap Hari tidak Berada Di Kantor,selalu berkantor di sekitaran pemda bahkan di salah satu Lapangan Golf di Cikarang pusat .
BACA JUGA : https://gardatipikornews.com/aplikasi-brimo-banyak-fitur-fitur-yang-sangat-menguntungkan-salah-satunya-investasi-emas
Andreas membenarkan,"pihaknya menemukan sejumlah stempel Pada saat ketua umum LMPPSDMI leo dan ketua LSM LMPI Andreas hendak Konfirmasi kegiatan pemeliharaan gedung pemda, tiba tiba kami melihat stempel Berserakan di meja di ruangan pegawai , ternyata stempel itu milik sejumlah perusahaan, Pada saat itu stempel yang dimeja kami coba ambil kertas HVS untuk distempel dikertas HVS ternyata betul bahwa stempel tersebut adalah stempel bebarapa perusahaan yang acapkali sebagai pelaksana di bagian umum.
Andreas menyimpulkan dan memastikan bahwa kegiatan di kabag umum dikerjakan dan dimonopoli oleh oknum pegawai, hanya pinjam bendera dan memberikan sukses fee,"tukas andreas
Dirinya membenarkan ,"Sesuai Surat Ombudsman RI Yang di tujukan Ke Pj Bupati Bekasi,Perihal Penemuan Sejumlah Stempel Di Kabag Umum Setda kabupaten Bekasi Diduga Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa ,Ombudsman RI meminta Pj Bupati Bekasi Untuk menindaklanjuti Dan memanggil pihak terkait guna memeriksa oknum pegawai yang melalukan monopoli di pengadaan barang dan jasa di lingkungan Setda kabupaten Bekasi,"ujarnya
Namun,Hingga saat Ini Pj Bupati Belum melakukan langkah sesuai Instruksi Ombudsman RI,sangat Kita sayangkan Ketidak seriusan Pj Bupati melakukan Langkah yang Komprehensif dan tindaklanjuti Peintah Ombudsman ,"Sesal Andreas.
Kami menduga,Jangan jangan Pj Bupati Sengaja Melindungi Anak Buahnya yang ketahuan Memonopoli kegiatan,atau sebaliknya Pj Bupati sendiri Ikut Terlibat Di Dalam nya,dan kami juga Akan menindaklanjuti ini ke APH Kajati atau Polda metro jaya sebagai Laporan Temuan Stempel dugaan terkait Pengadaan Barang dan Jasa Di Lingkungan Setda Kabupaten Bekasi "tutup anreas.
Sementara itu,Ketua umum LMPPSDMI J.Leonard Butar Butar Menegaskan,"Sebenarnya Hal ini sudah lama terjadi,ini sudah tidak asing lagi di Pemkab Bekasi,Tapi Baru ini Bisa dibuktikan dengan temuan Stempel milik rekanan penyedia yang sering melaksanakan kegiatan di lingkungan Pemkab Bekasi,ini lah kebobrokan oknum Pegawai,dan ini akan kami seriuskan karena menyangkut Dugaan KKN dan Disiplin ASN,"Sahut leo.
Pewarta :@safari bono(GTN)
Ketua Umum LSM LMPI Andreas Tambunan Menjelaskan,"Kami menduga Kabag Umum Hamid dan Ade Merupakan Otak Mafia Kegiatan di kabag umum, Karena setiap Hari tidak Berada Di Kantor,selalu berkantor di sekitaran pemda bahkan di salah satu Lapangan Golf di Cikarang pusat .
BACA JUGA : https://gardatipikornews.com/aplikasi-brimo-banyak-fitur-fitur-yang-sangat-menguntungkan-salah-satunya-investasi-emas
Andreas membenarkan,"pihaknya menemukan sejumlah stempel Pada saat ketua umum LMPPSDMI leo dan ketua LSM LMPI Andreas hendak Konfirmasi kegiatan pemeliharaan gedung pemda, tiba tiba kami melihat stempel Berserakan di meja di ruangan pegawai , ternyata stempel itu milik sejumlah perusahaan, Pada saat itu stempel yang dimeja kami coba ambil kertas HVS untuk distempel dikertas HVS ternyata betul bahwa stempel tersebut adalah stempel bebarapa perusahaan yang acapkali sebagai pelaksana di bagian umum.
Andreas menyimpulkan dan memastikan bahwa kegiatan di kabag umum dikerjakan dan dimonopoli oleh oknum pegawai, hanya pinjam bendera dan memberikan sukses fee,"tukas andreas
Dirinya membenarkan ,"Sesuai Surat Ombudsman RI Yang di tujukan Ke Pj Bupati Bekasi,Perihal Penemuan Sejumlah Stempel Di Kabag Umum Setda kabupaten Bekasi Diduga Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa ,Ombudsman RI meminta Pj Bupati Bekasi Untuk menindaklanjuti Dan memanggil pihak terkait guna memeriksa oknum pegawai yang melalukan monopoli di pengadaan barang dan jasa di lingkungan Setda kabupaten Bekasi,"ujarnya
Namun,Hingga saat Ini Pj Bupati Belum melakukan langkah sesuai Instruksi Ombudsman RI,sangat Kita sayangkan Ketidak seriusan Pj Bupati melakukan Langkah yang Komprehensif dan tindaklanjuti Peintah Ombudsman ,"Sesal Andreas.
Kami menduga,Jangan jangan Pj Bupati Sengaja Melindungi Anak Buahnya yang ketahuan Memonopoli kegiatan,atau sebaliknya Pj Bupati sendiri Ikut Terlibat Di Dalam nya,dan kami juga Akan menindaklanjuti ini ke APH Kajati atau Polda metro jaya sebagai Laporan Temuan Stempel dugaan terkait Pengadaan Barang dan Jasa Di Lingkungan Setda Kabupaten Bekasi "tutup anreas.
Sementara itu,Ketua umum LMPPSDMI J.Leonard Butar Butar Menegaskan,"Sebenarnya Hal ini sudah lama terjadi,ini sudah tidak asing lagi di Pemkab Bekasi,Tapi Baru ini Bisa dibuktikan dengan temuan Stempel milik rekanan penyedia yang sering melaksanakan kegiatan di lingkungan Pemkab Bekasi,ini lah kebobrokan oknum Pegawai,dan ini akan kami seriuskan karena menyangkut Dugaan KKN dan Disiplin ASN,"Sahut leo.
Pewarta :@safari bono(GTN)