LOMBOK TIMUR - NTB | Gardatipikornews.com - M
emang terkenal dengan berbagai obyek wisatanya, seperti pohon lian yang menjadi ikon Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya. Kamis (10/11/2022)
Salah satu warga Desa Gunung Malang,
Amaq Markum (67) dan Amaq
Mastur (49), menceritakan bahwa pohon lian ini sudah hidup beratus-ratus tahun lamanya dan pohon ini hanya hidup pada dua tempat yaitu Indonesia dan Afrika. Masyarakat desa biasa menyebutnya dengan pohon purba (peninggalan zaman kuno).
"Lokasi pohon purba ini juga bersebelahan dengan Pantai Pidana, alasan dinamai dengan Pantai Pidana karena daerah tersebut merupakan tempat para napi di kumpulkan", paparnya saat diwawancarai oleh media.
Ia juga menambahkan dulu sebelum covid-19 banyak sekali wisatawan lokal maupun manca negara datang untuk berswafoto. Ada juga beberapa wisatawan yang datang khusus melakukan pemotretan preweeding. Selain itu obyek wisata pohon lian ini menjadi keberkahan tersendiri bagi masyarakat disana, terutama para pedagang yang bisa meraup keuntungan sampai dua kali lipat.
Pohon lian ini pernah juga di jadikan sebagai lokasi syuting pemutaran film dan pembutan video klip, akan tetapi sejak merebaknya wabah covid-19 yang melanda indonesia perlahan jumlah kunjungan wisatawan mulai berkurang bahkan sangat sepi.
Keadaan tersebut sangat berdampak bagi para pedagang, mereka juga mengeluh karena obyek wisata pohon lian sudah ditutup dan tidak diperbolehkan lagi untuk masuk. Pengunjung hanya diperbolehkan mengambil gambar dari luar pagar.
Untuk menjaga kelestariannya, Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah bekerja sama melakukan pemugaran semua lahan yang ditumbuhi pohon purba lian, kemudian ditembok untuk menjaga keutuhannya dari oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan penebang kayu.
Terakhir Amaq markum dan Amaq Mastur menyampaikan rasa trima kasihnya kepada Pemerintah Desa yang sangat memperhatikan kelestarian pohon purba tersebut. Harapan mereka semoga banyak wisatawan yang berkunjung. Mari kita tetap jaga Anugerah Tuhan ini dan patut disyukuri karena pohon purba ini masih bisa bertahan hidup sampai sekarang.
*Pewarta : Eyu sang maestro*