Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Pendidikan - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Perihal Penemuan Obat Obatan Di RSUD Kabupaten Bekasi, LMPPSDMI Sebut ada Jaringan Terselubung Yang Berpotensi merugikan Anggaran Negara Milyaran Rupiah

by Gardatipikornews
22 Oktober 2024 - 379 Views

Bekasi || Gardatipikornews.com

- Lembaga Monitoring Pembangunan Pengembangan Sumber daya Manusia Indonesia (LMPPSDMI) Menyayangkan Sikap Management Pihak RSUD Kabupaten Bekasi Terkesan Melindungi Oknum Pegawai diduga Melakukan Penggelapan Obat Obatan yang berpotensi Merugikan Anggaran Negara. Ketua Umum LMPPSDMI J.Leonard Butarbutar Mengatakan,"Ada Dugaan Jaringan Terselubung Di RSUD Kabupaten Bekasi Untuk Melakukan Penggelapan Obat obatan sehingga menimbulkan Kerugian besar, Baik Kelangkaan Obat obatan yang sering dikeluhkan Pasien di RSUD. Dirinya Menambahkan,"Terbongkarnya Sindikat Penggelapan Obat obatan di RSUD dilakukan Salah Satu Oknum Perawat Inisial AM Dengan Cara Mengepul Obat obatan di salah satu Kontrakan,Kami Udah Mengamankan Barang Buktinya,"Ungkap Leo. leo Menambahkan,"Obat obatan Jenis Tramadol Yang tergolong obat Psikotropika sering di salah gunakan di kalangan Masyarakat juga di duga Di penjual Belikan Bebas Oleh Oknum AM Kepada Pelanggannya Melalui Orang Pribadi,sangat kita Sayangkan Pengawasan RSUD Terhadap AM yang Di duga Di Gelapkan,"sahut Leo. "Undangan dari Humas RSUD Kabupaten Bekasi (selasa 22/10/2024) terkait penjelasan atas temuan tentang obat keluar dari area RSUD yang dilakukan oleh oknum tenaga perawat,melakukan Penggelapan obat diduga adanya kerjasama dengan pegawai yang Membidangi obat obatan . "Kami dari lembaga LMPPSDMI dan narasumber sangat kecewa dipertemuan yang dijanjikan oleh humas naman dan dr kulmant yang mana nama nama petinggi petinggi tidak ada yang hadir,kami menduga atas tidak hadirnya ada dugaan ikut serta dan tidak mau hadir takut ketahuan boroknya,"Ungkap ketua umum lembaga LMPPSDMI kepada awak media. "Ketua umum lembaga LMPPSDMI leo Berpendapat," pihaknya akan melayangkan surat ke pj bupati untuk menindak lanjuti proses hukum untuk melimpakan ke penyidik kepolisian agar tuntas siapa siapa yang ikut terlibat.dan terutama direktur RSUD dr.arief di jadikan Saksi untuk menjelaskan,"Sambung Leo. "Dan kasus ini Pihak Management RSUD Harus Bisa Menindaklanjuti Dan Melaporkan Oknum AM Ke Kepolisian Terkait kerugian yang di akibatkan serta memecat Oknum tersebut,supaya Tidak Tergiring Opini dimasyarakat Bahwa Oknum ini sengaja Di lindungi Karena Di duga Ada Keterlibatan Yang lain,"Pungkas Leo. "menyikapi Hal ini," Humas RSUD Kabupaten Bekasi Naman Mengatakan,"Terkait Hal Ini pihak Management sudah membahas Dan Oknum Pegawai sedang Di Selidiki Oleh atasannya,ucapnya tanpa menjelaskan lebih rinci kesimpulan penyidikannya. Sementara itu,dr.Kulmant yang membidangi Obat obatan menjelaskan,"Terkait Kasus ini sudah dilakukan proses,nanti bang ya,kita lihat perkembangannya,dirinya menambahkan Terkait Hal ini dirinya membantah kesediaan obat obatan di RSUD tidak terganggu dan tercukupi dan tidak ada kasus pasien yang sampai membeli obat di luar,semua tersedia bang,"kelitnya. Pewarta : @Safari Bono (GTN)
Sebelumnya
Ketum DPD Sultra Asosiasi Keluarga Pers Indonesia: Mendesak DPR RI Dapil Sultra Segera Bebaskan...
Selanjutnya
Pemkec Ciseeng Gelar Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2024 Dengan Inspektur Upacara Plt Camat Drs...

Berita Terkait :