Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Pendidikan - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Polda NTB : Antisipasi Karhutla, Gelar Simulasi Dan Rakor Lintas Sektoral

by Gardatipikornews.com
23 April 2026 - 37 Views

Mataram-NTB || Gardatipikornews.com -- Kamis, 24/04/2026, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat memetakan untuk menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026. Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, memimpin langsung Konferensi Pers usai gelar simulasi dan sarpras guna memastikan sinergi antar-instansi dalam kondisi siaga satu.

Hadir Dinas Pertanian, BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, hingga pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan perwakilan dari wilayah Pulau Sumbawa.

Dalam arahannya, Brigjen Pol. Hari Nugroho mengungkapkan bahwa data potensi Karhutla hingga Maret 2026 menunjukkan total luas lahan yang terdampak mencapai 214 hektare, yang tersebar di beberapa titik rawan:

Dompu: 89 Hektare

Bima: 88 Hektare

Sumbawa: 39 Hektare

"Kita ingin mendapatkan informasi terkait iklim yang berkembang mulai sekarang sampai akhir tahun. BMKG sudah memaparkan prediksi bulan-bulan rawan yang harus kita antisipasi bersama terkait kerawanan Karhutla," ujar Wakapolda.

Salah satu poin strategis dalam rakor ini adalah rencana pembuatan Buku Saku Bersama. Buku ini akan berisi database personel, daftar peralatan yang dimiliki masing-masing instansi, hingga frekuensi radio HT untuk memudahkan komunikasi lapangan.

"Kita membangun sistem K3: Koordinasi, Komunikasi, dan Kolaborasi. Kita bentuk grup WhatsApp khusus agar update informasi cepat. Kita berbicara dengan waktu; kalau lambat, api semakin meluas," tegasnya.

Polda NTB juga melakukan simulasi alat pemadam kebakaran. Wakapolda menyoroti bahwa tidak semua alat pemadam modern efektif digunakan di medan hutan yang curam. Beliau menekankan pentingnya peralatan yang ringan dan mudah dibawa petugas ke atas gunung.

"Kita butuh alat yang sifatnya perorangan, murah, namun efektif. Masukan dari instansi terkait sangat penting agar kita tahu alat apa yang benar-benar bisa digunakan di hutan tanpa menyulitkan petugas," tambahnya.

Menanggapi kerawanan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), pihak kepolisian memperketat pengawasan, terutama di area savana yang mudah terbakar.

"TNGR sudah lebih masif memberikan imbauan kepada pendaki. Dilarang membuang puntung rokok sembarangan dan pastikan api unggun benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Para Kapolres juga sudah bergerak menyebarkan maklumat Kapolda kepada masyarakat," jelas jenderal bintang satu tersebut.

Wakapolda memastikan bahwa sebelum rakor ini digelar, Polda NTB sudah menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi bencana alam secara spesifik.

"Jika ditanya siap, kita sangat siap. Bahkan alat-alat di jajaran Polres hingga Sat Brimob di Pulau Sumbawa sudah dalam posisi standby. Kita menyiapkan diri menghadapi fakta iklim yang diprediksi BMKG ke depan," pungkasnya.

Sumber : Kabid Humas

(Kombesol MOHAMMAD KHOLID, S.IK., MM)

Pewarta : Akub.gtn.com

Sebelumnya
Polda NTB : Antisipasi Karhutla, Gelar Simulasi Dan Rakor Lintas...
Selanjutnya
Polresta Mataram : Tak Kenal Hujan, Patroli Sepeda Sat Samapta Tetap Sambangi...

Berita Terkait :