Bogor || Gardatipikornews.com -- Pemerintah Kecamatan Ciseeng bersama beberapa jajaran, Dinas Instansi dan Kepala Desa se Kecamatan Ciseeng pada hari Selasa 20 Januari 2026 melaksanakan kegiatan Pra Musrenbang Kecamatan Ciseeng di Aula Kecamatan Ciseeng Kab. Bogor.
Pra Musrenbang dilaksanakan dalam rangka Perencanaan Pemerintah Kecamatan Ciseeng Tahun 2026. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Subhi SH M.Si, Sekcam Ahmad Rosadi S.Ag, Kasi Ekbang Lukman Ariadi S.Ip, Kasipem M. Rizal S.Sos, Kasi Trantib Tajudin S.Sos M.Si, Kasi PM Nenih Triana.
Sementara undangan yang hadir yaitu Kepala Desa, Sekdes, Kasi/Kaur, Puskesmas Ciseeng Ajat Sudrajat, Kapuskes Cibeuteung Udik Dr. Ilmi, Kepsek SMPN 1 Ciseeng Elia Remita M.Pd, UMKM Eliyah, Upt. Pendidikan, Upt. Pengairan, DLH, Upt, Jalan & Jembatan serta instansi terkait lainnya.

Pra Musrenbang Tkt. Kecamatan Ciseeng sebagai upaya tindak lanjut dari hasil Musrenbang Tingkat Desa yang telah disepakati, kemudian dipilih satu usulan prioritas program dari 10 Desa masing-masing kemudian diusulkan dalam kegiatan Pra Musrenbang Tingkat Kecamatan.
Camat Ciseeng Subhi SH M.Si menyampaikan bahwa Pra Musrenbang Kecamatan adalah forum komunikasi tahunan yang dilaksanakan sebagai upaya menyelaraskan progam prioritas di wilayah kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat. Dalam rangka menyukseskan pembangunan di sebuah wilayah, juga sebagai ajang silaturahmi, dan menampung aspirasi/ usulan masyarakat yang disepakati dan menjadi program pemerintah di tahun berikutnya.
Camat Subhi SH M.Si memaparkan berbagai masalah diantaranya pendidikan. Sekolah jenjang SD terkait sarana dan prasarana masih banyak yang harus direhab dan masih banyak sekolah yang belum memiliki wc serta pemagaran.
Camat juga membahas perihal sarana kesehatan:
1. Puskesmas Ciseeng.
2. Puskesmas Cibeuteung Udik, karena: a) Puskesmas yang belum representatif. b) luas tanah 500 m² dan luas bangunan 200 m² harus melayani 3 desa yang jumlah penduduknya +/- 40.000 jiwa, dengan jumlah 80 pasien perhari. c) Puskesmas non perawatan belum buka 24 jam. d) Jarak tempuh masyarakat ke sarana pelayanan Kesehatan cukup jauh
Subhi SHH M.Si juga menuturkan keberadaan Daerah Irigasi Semi Teknis D.I Kadu Keris (135 Ha) yang kondisinya kurang baik karena banyak sampah dan pendangkalan, sehingga saat hujan turun akan terjadi banjir. Dan fungsi sawah berubah menjadi perumahan.
Kasi Ekbang Kec. Ciseeng Lukman Ariadi S.Ip yang menjadi pimpinan sesi diskusi menjelaskan kepada para Kepala Desa serta undangan yang hadir. Ia mengungkapkan bahwa Bantuan Keuangan (Bankeu) menjadi 1,5 Miliar. Tidak hanya kegiatan pembangunan infrastruktur saja. Melainkan juga kegiatan non infrastruktur.
Pagu kewilayahan tahun ini Rp. 9. 631.621.000,-, ada penurunan dibanding tahun lalu dan tidak ada satupun yang terealisasi. Ia juga bertanya kepada pihak pemdes yang hadir, apakah proposal Th. 2026 - 2027 sudah selesai? Karena nantinya akan diinput di SIPD.
Pewarta: Agustion Kaperwil Jabar