Sukabumi || Gardatipikornews.com -- Bukan sekadar seremoni perpisahan. Momentum purna bakti Kepala SD Negeri Bojonglongok acara di laksanakan di lingkungan sekolah,desa bojonglongok kecamatan parakansalak kabupaten Sukabumi,kamis (03/9/2026), menjadi momentum penuh haru, refleksi, dan pesan tentang arti sebuah pengabdian.
Di hadapan para guru,serta kepala sekolah sekecamatan Parakansalak yang hadir, orang tua murid, tokoh masyarakat,dan wali murid,beliau menyampaikan salam perpisahan setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai kepala sekolah.
Dengan nada penuh haru, ia menegaskan bahwa berakhirnya masa kedinasan tidak berarti berakhirnya hubungan emosional dengan sekolah yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya dari awal pengabdian hingga akhir pengabdian di sekolah dasar Negeri bojonglongok dari tahun 2023-2026
“Yang berakhir hari ini hanyalah masa tugas. Bukan rasa cinta saya kepada sekolah ini, bukan hubungan kekeluargaan kita, dan bukan pula doa saya untuk kemajuan sekolah bojonglongok,dengan adanya perpisahan atau purnatugas bukan berrti harus putus dan pisah tali silaturrahmi antara saya baik para pendidik ataupun para wali murid.
Menurutnya, SDN bojonglongok bukan hanya tempat untuk menjalankan pekerjaan, tetapi telah menjadi ruang panjang untuk belajar tentang kepemimpinan, kesabaran, perbedaan, kebersamaan, dan terutama tentang besarnya amanah mendidik anak-anak.
Mengaku Tak Sempurna,beliau meminta Maaf yang sebesar-besarnya.
Di penghujung masa pengabdiannya selama kurang lebih 38 tahun di dunia pendidikan,ia mengakui, selama memimpin sekolah tentu tidak semua keputusan dapat menyenangkan semua pihak. Ada kemungkinan perkataan yang terlalu keras, kebijakan yang kurang berkenan, maupun sikap yang tanpa sengaja melukai hati.
Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar SDN Bojonglongok
“Tidak ada pemimpin yang sempurna. Saya pun demikian. Jika selama saya memimpin ada kebaikan, itu semata-mata karena pertolongan Allah SWT dan kerja sama kita semua. Jika ada kekurangan dan kesalahan, itu adalah keterbatasan diri saya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam acara pelepasan tersebut.
Ia juga berpesan kepada para guru agar tidak pernah lelah mendidik.
Baginya, guru mungkin tidak selalu dapat melihat hasil perjuangannya hari ini. Namun, ilmu, karakter, dan nilai yang ditanamkan kepada siswa dapat menjadi bekal yang menentukan masa depan mereka
“Masa pengabdian boleh berakhir secara administratif, tetapi ilmu, keteladanan, nasihat, dan kebaikan yang telah ditanamkan akan terus hidup,” tegasnya.
Rasa sedih menjalar kepada anak-anak didik SDN Bojonglongok yang sempat di wawancara oleh awak media
"Sedih banget pak kepala sekolah kita pensiun banyak cerita yang tak terlupakan oleh kita".ucap murid
Jurnalis : Dd. HASAN || Publikasi : Red@ksi.gtn.com