Gardatipikornews.com -
Masih tentang program tata cara pelaksanaan Swaklola DAK oleh DIKBUD NTB,yang mulai akhir tahun ini hingga saat ini banyak media yang berseliweran memuat pemberitaan terkait progres dan proses pembagunan DAK Swaklola DIKBUD NTB. Akan tetapi disisi lain , Rusman Haer ,SS Sekretaris DPW LP-KPK NTB Sekaligus Sekretaris Wilayah DPW PWDPI NTB yang juga selama ini terus mengikuti serta memantau dan , menyoroti perkembangan hingga Proses,progres pembagunan DAK Swaklola yang lakukan oleh DIKBUD Prov.NTB. Ia (Rusman) memaparkan beberapa catatan catatan kecil terhadap kegiatan tersebut.Menurut penjelasan Rusman, selaku yang mengamati dan mengikuti program DAK tersebut mengatakan , DAK Swaklola DIKBUD bisa dianggap system swaklola yang tidak sukses , berbeda jauh dengan program Swaklola seperti DAK Swaklola Sekolah,boleh saja dan syah syah saja jika banyak pemberitaan yang bercerita baik atas progres dan hasil pembangunan yang di Lakukan oleh DIKBUD,tidak ada yang salah terkait hasil maupun progres dari pembangunan tersebut, hanya saja kata bang Ruaman , dirinya berpendapat Bahwa dengan nilai pagu Anggaran DAK Fisik tahun 2022 dengan nilai pantastis yang tengah dikerjakan sekarang sekarang ini , jika awalnya dikerjakan dengan system swaklola Sekolah bahkan bisa saja akan jauh lebih baik,"tutur Sekretaris PWDPI NTB (Rusman) "Bagaiamana tidak ,Lanjut Rusman" System DAK Swaklola Dinas DIKBUD ini menurutnya bahkan selain ruwet,ribet dan bertele tele,juga kita anggap tidak berhasil karena sepanjang berjalannya proses kerjanya banyak sekali proses proses yang membuat publik,masyarakat yang tidak setuju sedari awal,bahkan tidak sedikit yang merasa tidak dilibatkan seperti warga setempat mupun pengusaha tempatan, sehingga cara cara tersebut cenderung membuat molor pekerjaan , dan pembayaran pembayaran terhadap para kontraktor maupun Suplyer ikut molor,serta berdampak terhadap pembayaran tukang tukang bagunan/kuli yang ada, dimana pada awalnya katanya system pembayarannya COD,datang bahan bayar atau secepatnya jika sudah ada progres sedikit langsung bayar, waduh tapi ternyata tau tau setelah jalan malah jauh berbanding terbalik dari apa yang dikatakan sebelumnya,ini baru satu ,"ungkap Rusman (Sekretaris DPW PWDPI) Kedua "Kegiatan DAK swaklola DIKBUD ini cara kerjanya melibatkan Pihak sekolah sebagai pelaksana kegiatan dibawah dan para pemborong/kontraktor bekerja , nah jika memang pihak sekolah sebagai pelaksana buat apa harus ada fasilitator dibentuk oleh DIKBUD , kayak tidak begitu percaya saja dengan pelajsananya , serta anggaran dari mana sih fasilitator ini di berikan gajinya,tanya Rusman. Lanjut ungkap Rusman " Katanya system swaklola Dinas lebih baik dari system tender ,Waduh lebih baik dari hongkong ya heee , sontak Rusman berucap sambil tersenyum, jangan lebay lah , kok harus membanding bandingkan seperti itu ini kan lucu, jika saya juga mau bandingkan system swaklola DIKBUD ini dengan System lainnnya,malah jauh lebih Hebat system yang sudah sudah, dan jarang ada yang terlambat selesai pengerjaannya tidak seperti SWAKLOLA Dinas yang Molor lewati Tahun Anggaran , bahkan system swaklola Sekolah yang dulu rata rata kerja melebihi dari target tuntasnya, ini apa kok bisa DIKBUD terlambat jauh selesainya , sudah jauh terlambat,ini berarti system swaklola DIKBUD ini tidak bisa terus dipertahankan , takutnya jika masih terus dengan pola yang sama bisa bisa banyak lagi kerja kerja lain yang juga akan molor dikerjakan,"tegas Rusman Disamping itu juga , patut dipertanyakan ada apa ?? Kontraktual yang diterbitkan condong diberikan hanya untuk 1 orang mengerjakan banyak lokasi sekolah, ada apa dengan system swaklola DIKBUD ini,mana dia yang katanya akan memanfaatkan Sumberdaya tempatan,UMKM ,suplyer,tukang dll ,,eeee tau tau ternyata SWAKLOLAnya di kontrakkan ke para kontraktor/CV/UD jauh dari luar orang tempatan,dan sejenisnya,jika begini adanya mohon Pak Gubernur segera evaluasi System Swaklola Dikbud ini,bila perlu team dari kementerian pendidikan datang untuk mengecek atau mempelajari kembali system swaklola tipe 1 tersebut , bila perlu jangan lagi lagilah swaklola tipe satu yang ribet,ruwet dan cenderung jadi bahan yang diributkan banyak kalangan,"tutup Rusman (red/D34H)