Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Senin, 28 September 2026
Pilih Mode:
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Pendidikan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Tak Kunjung Berikan Sanksi Kepada Pelaku Pengrusakan Fasilitas, Wakil Ketua II SEMA IAIN Kendari Nilai Birokrasi Pilih Kasih

by Gardatipikornews
07 Maret 2024 - 242 Views
Kendari ||

Gardatipikornews.com

-
Pihak Birokrasi dinilai cenderung pilih kasih dalam memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku pengrusakan fasilitas Rektorat. Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Ketua II Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Kendari dalam keterangan pers, Jumat (6/3/24) Sebab, ungkap Anggota SEMA dari Partai PANDAWA ini, Birokrasi seharusnya tidak pilih kasi dalam menegakkan kode etik mahasiswa. Apabila ada pelanggaran kode etik oleh mahasiswa. Seharusnya birokrasi harus bertindak secara tegas, jangan ada yang diberikan Sanksi ada yang tidak. Terkait kejadian pemecahan Pintu Kaca Rektorat IAIN Kendari pada tahun 2023 lalu, yang di duga dilakukan oleh mahasiswa yang sedang melakukan Aksi Demonstrasi dinilai telah melanggar Kode Etik Mahasiswa IAIN Kendari. Apalagi kasus tersebut telah cukup lama dan tak kunjung ada kejelasan dari pihak rektorat. "Itu adalah pelanggaran dan harus diproses tanpa ada toleransi, jangan ada pilih kasi dalam menegakkan aturan". kata Masyhur. Masyhur menurunkan, seharusnya birokrasi tidak menutup mata mengenai persoalan ini. Tanpa adanya desakan dari mahasiswa seharusnya harus di proses, karna saya melihat Birokrasi cenderung tidak profesional dalam melakukan penegakan Kode Etik Mahasiswa. "Rektor Seharusnya tak boleh takut dengan siapapun yang melanggar aturan, kami berharap Rektor IAIN Kendari segera menyelesaikan hal tersebut secara tuntas, sampai saat ini kami menduga birokrasi cenderung melakukan pembiaran terhadap kasus ini padahal jelas bahwa perbuatan ini harus diberikan sanksi". Tutupnya. ( @Kaperwil  )
Sebelumnya
303 Menjamur di Wilkum Polresta Deli Serdang, Diduga Penegakan Hukum Sedang...
Selanjutnya
Kesal, Ketua BPD Karaban Tanyakan Keterbukaan Pengunaan DD dan ADD Malah Pemerintahan Desa Seakan...

Berita Terkait :