Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Pendidikan - GTN Kecelakaan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - Jurnal Nasional - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Tinjau Pembangunan RS Internasional Bali, Puan Harap Masyarakat RI Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri

by Gardatipikornews
16 Januari 2023 - 463 Views
Bali | Gardatipikornews com - Ketua DPR RI meninjau pembangunan Rumah Sakit Internasional Bali atau Bali Internasional Hospital yang berada dalam kawasan ekonomi khusus (KEK) di Sanur, Denpasar, Bali. Puan berharap dengan adanya rumah sakit bertaraf internasional ini masyarakat Indonesia tak perlu lagi berobat ke luar negeri. Kehadiran Puan di KEK Sanur disambut oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Senin (16/1/2023). Puan kemudian diajak berkeliling melihat maket KEK sambil diberi penjelasan progres pembangunan oleh Erick. Untuk diketahui, terdapat sejumlah pembangunan yang sedang berlangsung di KEK Sanur. Salah satunya pembangunan Rumah Sakit Internasional Bali bertaraf dunia yang bekerja sama dengan rumah sakit terbesar di Amerika Serikat, yakni Mayo Clinic. Selain itu, tengah berlangsung juga revitalisasi Hotel Bali Beach atau Grand Inna Bali Beach (GIBB), convention center, ethnomedicinal botanic garden, dan commercial center di kawasan seluas 42,26 hektare tersebut. Kebun raya berbasis tanaman obat yang ada di KEK Sanur itu akan menjadi basis bahan obat untuk menekan impor. Usai melihat maket pembangunan KEK Sanur, Puan didampingi Erick Tohir kemudian menyambut Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang juga ikut melakukan peninjauan. Acara ini turut dihadiri Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf sekaligus Komisaris Utama InJourney (induk holding BUMN Pariwisata dan Aviasi), serta Gubernur Bali Wayan Koster. Grand Inna Bali Beach yang direnovasi di KEK Sanur merupakan hotel rancangan Presiden pertama RI, Soekarno yang dibangun tahun 1963. Dalam pesannya, Megawati berharap agar Grand Inna Bali Beach harus memiliki konektivitas dengan KEK Sanur mengingat hotel tersebut merupakan salah satu warisan ideologi Bung Karno. Saat membangun Grand Inna Bali Beach, Bung Karno ingin semua pekerjanya adalah dari Indonesia. Bahkan Bung Karno sampai menyekolahkan anak-anak Indonesia di sekolah perhotelan di Swiss agar dapat mengelola Grand Inna Bali Beach dengan baik. Renovasi dari Grand Inna Bali Beach tidak mengubah struktur bangunan awal dan tetap mempertahankan budaya lokal seperti relief yang kuat akan makna sejarah. Bung Karno pernah berpesan agar Hotel Grand Inna Bali Beach tidak lebih tinggi dari pohon kelapa. Oleh karena itu, Megawati meminta agar keinginan Bung Karno tersebut tetap dijaga. Renovasi Grand Inna Bali Beach ditargetkan selesai pada bulan akhir Agustus 2023 bersamaan dengan kawasan Kebun Raya untuk menunjang KEK Kesehatan. Sementara itu, Puan berharap agar Grand Inna Bali Beach dapat menunjang perekonomian masyarakat di Bali sesuai harapan Bung Karno. “Kita harus mengembalikan marwah Hotel Grand Inna Bali Beach sesuai dengan cita-cita Bung Karno,” kata Puan. KEK Kesehatan di Sanur ditargetkan dapat selesai pada November 2023 di mana 55 persen dari KEK di Sanur merupakan kawasan hijau. Selain memiliki fasilitas lengkap, Rumah Sakit Internasional Bali akan menjadi benchmark penanganan kanker. Tujuan pembangunan Bali Internasional Hospital adalah untuk mendorong wisata kesehatan berkelas internasional di Indonesia. Puan berharap tren kesehatan masyarakat Indonesia dapat berubah dengan adanya rumah sakit ini. “Kita sudah lama dengar bahwa masyarakat Indonesia yang mampu berobat di luar negeri itu banyak ke Singapura, Malaysia, dan lainnya,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu. Setiap tahunnya diketahui ada 2 juta orang yang pergi ke luar negeri untuk berobat dan menyebabkan Indonesia kehilangan potensi perputaran uang sekitar Rp 97 triliun. “Dengan adanya RS Internasional Bali nanti kita harap tren itu akan berubah. Sehingga masyarakat Indonesia akan lebih memilih berobat di dalam negeri daripada di luar negeri,” tutur Puan. Menurut mantan Menko PMK itu, hal ini bukan hanya soal penambahan devisa semata. Namun, kata Puan, juga untuk kemajuan dunia kesehatan Indonesia. “Untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu. Bahwa Indonesia yang maju memiliki layanan kesehat. ( @

jjli.Red@ksi.gtn.com


)
Sebelumnya
GKM SULTRA demonstrasi di DPRD provinsi Sultra dan gubernur Sultra terkait kejelasan hukum...
Selanjutnya
Teh Eli Apresiasi Kinerja Polri Kab...

Berita Terkait :