Swlanjunya " Tujuan hari ini untuk memdapatkan insformasi tentang capaian kinerja tentang Program dan Pencegahan dan penurunan Stunting dan kita juga mendapatkan informasi tentang kemajuan pelaksanaan kegiatan pelaksanaan pencegahan dan penurunan Stunting yang di sepakati.ungkapnya.
Sekda Kabupaten Sukabumi dalam Arahan Menyampaikan unguk memperkuat komitmen dalam pencegahan dan keamanan dalam penanganan Stungting karena hal ini dilaksanakan dalam rangka kemanusian.
" Menurut Wabup ada dua tugas dalam Penanaganan Stunting dan menjabarkan, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) bahwa angka stunting di Kab. Sukabumi diangka 24,2 persen dengan sampling 200 ribu balita, namun hasil metode penelitian pemda membuktikan di angka 5,3 Persen dengan sampling seribu balita. Maka dari itu pemda akan berfokus kepada metode penelitian hasil akhir dengan angka 5,3 persen.
“Kita ingin merevalidasi angka 5,3 persen tersebut dengan betul-betul yang nantinya data itu akan di digitalisasikan oleh dinas kominfosan. Selain itu juga akan ditindaklanjuti melalui Gerakan Aksi Deteksi dan Intervensi Stunting (Gadis Sukabumi),” ungkapnya.
Kata Wabup Iyos, saat ini Kab. Sukabumi terdapat 2800 ibu hamil yang mengalami KEK dan anemia. Maka dari itu di bulan Februari ada dua hal yang akan menjadi program prioritas untuk terus dibidik dalam penanganan stunting, diantaranya stunting spesifik serta kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil. Kendati begitu Kab. Sukabumi saat ini terdapat 2.800 ibu hamil yang mengalami KEK dan anemia.
” Mereka Itu harus di intervensi segera, peran camat yang juga sebagai ketua TPPS wilayah dan Kepala desa harus segera menyikapinya dengan sungguh- sungguh,” pintanya.
( @sp.Red@ksi.gtn.com
)