Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Pendidikan - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Warga Geram...!! Di Kampung Kilenjong Keluhkan Bau Busuk Limbah MBG

Masyarakat mengeluhkan dugaan belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan berdampak pada lingkungan
by Gardatipikornews.com
12 Mei 2026 - 39 Views

Bogor , Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Kilenjong, Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menuai sorotan warga sekitar. Masyarakat mengeluhkan dugaan belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan berdampak pada lingkungan,Senin 11 Mei 2026.

‎‎Keluhan warga muncul seiring meningkatnya aktivitas dapur pada pagi hingga siang hari. Bau menyengat disebut kerap tercium di area permukiman dan membuat warga merasa tidak nyaman.

‎Selain persoalan bau, warga juga mengkhawatirkan limbah cair dari aktivitas dapur berpotensi mencemari tanah maupun saluran air di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Pasalnya, hingga saat ini warga mengaku belum melihat adanya sistem pengolahan limbah yang memadai.

‎‎Menurut warga, air buangan dari dapur diduga langsung dialirkan ke saluran pembuangan tanpa melalui proses pengolahan sesuai standar sanitasi lingkungan.

‎‎“Programnya bagus, kami mendukung,Tapi dampaknya juga harus diperhatikan supaya tidak merugikan warga sekitar,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.

‎‎Warga menilai setiap dapur SPPG seharusnya memenuhi ketentuan sanitasi, termasuk memiliki fasilitas IPAL untuk mengolah limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Mereka khawatir apabila kondisi tersebut dibiarkan, akan menimbulkan persoalan kesehatan dan pencemaran lingkungan di kemudian hari.

‎‎Sementara itu, pihak pengelola dapur melalui Kepala SPPG menyampaikan bahwa pembangunan IPAL telah diajukan kepada yayasan yang menaungi operasional dapur tersebut. Pihaknya menyebut proses pembangunan kemungkinan direalisasikan dalam beberapa minggu mendatang.

‎Pengelola juga mengklaim sebelum dapur mulai beroperasi, pihaknya telah berkoordinasi dan meminta izin kepada pengurus lingkungan setempat, termasuk RT dan RW.

‎Meski demikian, warga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait di Kabupaten Bogor segera turun langsung melakukan pengecekan lapangan. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah dapur agar program MBG tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

‎Warga menegaskan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis tetap ada, namun pelaksanaannya diharapkan memperhatikan aspek kesehatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Jurnalis : @H.jajuli@red gtn)

Sebelumnya
Penggiringan Opini Dinilai Lebih Sadis Dari Fakta, Warga Tuntut Keadilan...
Selanjutnya
LSM Maung Sorot Proyek GOR Kalbar Rp103 Miliar: Dugaan Curi Start & Persekongkolan...

Berita Terkait :