Sukabumi - Gardatipikornews.com
Keberadaan sampah yang kerap menumpuk di sejumlah titik bukan Tempat Pembuangan Sampah Samentara (TPSS) yang disediakan pemerintah. Kerap menjadi pemicu terjadinya pencemaran lingkungan ataupun penceramaran sungai. Kepala DLH Kabupaten Sukabumi Hj Dedah Herlina, melalui Bidang Pengelolaan Kebersihan, Denis Arista mengatakan, sehari pasukan kuning bisa menghasilkan sampah khusus plastik lebih dari 250 ton. "Ya, persoalan sampah di Kabupaten Sukabumi menjadi momok yang harus lebih diperhatikan kita bersama, kepedulian masyarakat yang harus ditanamkan. Dengan jumlah armada yang minim harus bisa menanggulangi sampah sekitar 250 ton perhari ketempat pembuangan akhir (TPA)," ujar Denis Arista Bidang Pengelolaan Kebersihan DLH Kabupaten Sukabumi, Sabtu (28/8/21). Denis menyebutkan, dari berbagai jenis sampah yang setiap hari harus dibersihkan, sampah yang kerap menjadi paktor muncul pencemaran. Plastik masih menjadi permasalahan utama untuk di Kabupaten Sukabumi. "Sampah plastik yang jadi skala prioritas untuk ditekan. Melihat dampak dari penggunaan plastik sangat besar terjadinya pencemaran lingkungan. Untuk itu, kami terus melakukan kampanye untuk stop penggunaan kantong plastik, meski mereka masih tetap menggunakan plastik setiap harinya," papar Denis. Lanjut Denis, harus diakui bersama-sama akan masih minimnya kesadaran akan dampak negatifnya sampah plastik untuk lingkungan. "Terbukti dengan banyaknya sampah-sampah yang berserakan di sungai dan jalan yang dibuang oleh oknum oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab, kebanyakan plastik, kondisi tersebut sangat memperihatinkan," cetus Denis. Saat ini, kata Denis sampah menjadi pokok utama yang harus diawasi dan ditangani secara serius. Karena bagaimana pun, tumpukan sampah plastik, botol minuman dan material lainnya yang berasal dari limbah rumah tangga banyak yang dibuang ke sungai, tanpa melihat efek dan dampak yang membahayakannya untuk kehidupan ke depan. "Sampah plastik ini mayoritas dari limbah rumah tangga yang membuangnya ke sungai. Mereka tidak memikirkan dampak dari perilakunya ini ke depan," selorohnya. Denis menghimbau, semua pihak untuk meningkatkan kepedulian akan lingkungan dan sungai yang berada di sekitar. Karena bila air sungai bersih, maka bisa menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar. Apabila sungai tersebut tercemar, maka bakal muncul bencana yang bisa kapan saja terjadi. "Kami berharap, dengan kerap dilakukan aksi atau gerakan bersih bersih dan gerak para komunitas, organisasi dan relawan, bisa menyadarkan masyarakat supaya membuang sampah pada tempatnya," tandas Denis. Reporter : M Hilal