Padang Pariaman || Gardatipikornews.com -- Tim gabungan kembali menemukan, enam korban galodo dan longsor besar yang menerjang kawasan Jembatan Kembar di Jalur Padang-Bukittinggi, tepatnya diperbatasan Padang Panjang dan Tanah Datar.
Penemuan hari ini, Sabtu (29/11/2025) itu menambah jumlah korban yang telah ditemukan menjadi 25 korban jiwa yang telah dievakuasi.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol, SIK, MSi mengatakan, sebagian korban ditemukan disepanjang jalur galodo, terutama dikawasan Kayu Tanam pada aliran sungai Batang Anai.
"Jumlah korban saat ini, bertambah enam korban lagi, dimana sebelumnya ditemukan ada 19 total korban meninggal dunia oleh tim gabungan," ungkap Kapolres.
Kapolres menambahkan, menurut laporan dari posko lapangan dan keluarga menunjukan, bahwa jumlah warga yang hilang masih banyak, akibat galodo yang terjadi pada Kamis (27/11/2025).
"Dari hasil pengumpulan data dilapangan dan laporan pihak keluarga, ada sekitar 60 orang yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan," terang Kapolres.
Penelusuran pada hari Jumat (28/11/2025), tim gabungan menelusuri jalur longsor, mulai dari Jembatan Kembar, turunan Kayu Tanam sampai cekungan material dibatang anai.
"Pencarian korban, sebelumnya berjumlah 19 orang, dan bertambah enam orang lagi.jadi total jumlah korban ada 25 orang," katanya.
Lanjut Kapolres, korban ditemukan ditumpukkan material yang mengeras dialiran sungai batang anai.
Untuk saat ini, penyisiran terus dilakukan tim gabungan, dengan mengunakan pendekatan investigatif, mengikuti pola aliran material, arah jatuhan batang kayu dan serpihan batu, hingga bagian sungai yang yang tampak tersumbat.
Selain itu, Kapolres menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya, untuk melaporkan melalui posko terdekat untuk memberikan data-data yang merasa kehilangan keluarganya.
Pewarta:Fakhri/Tim Gtn