Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Pendidikan - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Ketua DPRD Meminta Agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Meneliti Potensi Cemaran Limbah Bersumber Dari Belasan Pabrik Kapur

by Gardatipikornews
26 Agustus 2021 - 630 Views

Sukabumi - Gardatipikornews.com


Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meneliti potensi cemaran limbah bersumber dari belasan pabrik kapur dikawasan Bojong Lopang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi karena diduga cemaran limbahnya sudah melewati ambang batas. "Terlebih lagi hampir sebagian besar bahan bakar yang dipakai untuk mengolah batu kapur disana banyak memakai bahan bakar residu campur garam dan ban bekas. Dari sisi kesehatan ini'kan sangat membahayakan kesehatan warga setempat, " kata Yudha ketika diminta tanggapannya mengenai pencemaran polusi udara disejumlah pabrik kapur di Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/8/21). Menurut Yudha, saat ini mayoritas pengelola pabrik batu kapur dinilai tidak memiliki sarana pilterisasi atau saringan sisa olahan debu atau uap batu kapur. Sisa produksi berupa polusi udara begitu saja keudara. "Otomatis kondisi tersebut sangat membahayakan sekali terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Salah satunya ialah dampak cemaran polusi udara akan menyebabkan potensi penyakit gangguan saluran pernapasan atau TBC," kata Yudha. Selain itu, tambah Legislatif besutan Partai Gerindra, melihat dampak cemaran polusi udara sudah barang tentu sangat mengganggu terhadap cemaran lingkungan rumah tinggal warga sekitar lokasi pabrik. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berkelanjutan dan harus ditangani secara serius oleh semua pihak. "Kalau tidak ada usaha meminimaliasi cemaran limbah berupa polusi udara maka bakal menimbulkan cemaran lingkungan serta ancaman kesehatan warga sekitar disana, " ungkapnya. Pihaknya belum lama ini, diakui Ketua DPRD, telah memperoleh keluhan langsung dari masyarakat terkait keluhan cemaran limbah pabrik kapur tersebut. Bahkan warga disana sudah beberapa tahun ini kerap mengindap berbagai penyakit gangguan saluran pernapasan akut. "Ya, mungkin karena setiap hari harus menghirup debu kotor berasal dari pabrik kapur tersebut, " katanya. Sebenarnya upaya melakukan pencegahan cemaran polusi udara, kata dia, pihak perusahaan pengolahan pabrik kapur memiliki sarana pengolahan limbah udara. Limbah polusi udara berupa debu tebal dan hitam tidak menghembus bebas kesekitar rumahtinggal warga. "Harusnya sebelum dibuang limbah udara ada proses pengolahan terlebih dulu sehingga tidak terlalu membahayakan kepada masyarakat sekitar, " ungkapnya. Usaha menekan cemaran limbah udara itu, lanjut dia, ia meminta agar DLH dan pihak-pihak terkait lainnya segera turun tangan untuk menangani permasalahan tersebut. "Kalau memang perusahaan telah menimbulkan potensi cemaran limbah melebihi ambang batas, maka lakukan pemberikan tindakan tegas sesuai ketentuan yang ada, " katanya. Yudha berharap dengan adanya tindakan yang diberikan pemerintah, maka secara bertahap dapat memperbaiki cara pengelolaan limbah udaranya dengan baik. Potensi cemaran limbah berupa debu tebal dan hitam bisa terus diminimalisasi. "Berbeda seperti saat ini potensi cemaran limbah sungguh sangat mengkhawatirkan. Karena itu, perlu kiranya ada usaha pihak-pihak terkait untuk melakukan perbaikan cara pengelolaan limbahnya," tandas dia. By. Asep A / Ahmad H
Sebelumnya
Tenaga Pemulasaraan Jenazah Sudah Minim, GOIB Desak Pemkab dan Kemenag Adakah Peningkatan...
Selanjutnya
Kapolri Mutasi Sejumlah Kapolda dan Kapolres, Ini...

Berita Terkait :