Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Nasional - GTN Pemerintahan - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pendidikan - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Penanganan Longsor Di Padang Pariaman Dipercepat, Jalan Darurat Jadi Prioritas

by Gardatipikornews.com
06 Agustus 2026 - 22 Views

Padang Pariaman || Gardatipikornews.com -- Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman, sejak awal pekan memicu longsor dan kerusakan jalan di sejumlah wilayah. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bergerak mempercepat penanganan darurat agar akses transportasi masyarakat segera pulih dan aktivitas ekonomi tidak terganggu lebih lama.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis bersama Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara, meninjau langsung enam titik bencana pada Rabu (5/8) melalui kegiatan Putar Roda (Jemput Aspirasi untuk Mendorong Pembangunan Daerah) dengan menggunakan sepeda motor. Cara itu dipilih agar rombongan dapat menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat sekaligus melihat langsung kondisi kerusakan di lapangan.

Rombongan turut diikuti, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas PUPR, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Satpol PP Damkar, Kepala Dinas Perdagangan- Tenaga Kerja- Koperasi dan UKM, Sekwan, Kepala Dinas PMD, Kadis Parpora, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Pertanian, Kabid Dinas Perhubungan, Plt Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta Camat IV Koto Aur Malintang dan Camat V Koto Timur.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat telah berjalan, mulai dari pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor, evakuasi pohon tumbang, pembangunan jalur alternatif, hingga penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian, berada di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan. Di kawasan tersebut, badan jalan ambles sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter sehingga akses transportasi terputus total.

Melihat kondisi tersebut, Bupati John Kenedy Azis langsung menginstruksikan Dinas PUPR membangun jalan darurat dengan trase baru agar mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan. Perbaikan permanen ruas jalan itu juga ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur daerah pada tahun 2026.

Instruksi serupa diberikan, terhadap beberapa titik jalan lain di Sungai Pingai yang mengalami kerusakan. Pemerintah meminta jalur sementara segera dibuka sembari menyiapkan penanganan permanen.

Di Kecamatan V Koto Timur, kerusakan juga terjadi pada ruas jalan di Nagari Kudu Gantiang. Untuk sementara, arus kendaraan dialihkan melalui jalan lingkar yang melewati Kantor Camat V Koto Timur. Pemerintah menargetkan perbaikan permanen dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

Menurut John Kenedy Azis, sebagian lokasi yang mengalami longsor sebenarnya telah masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi. Karena itu, pemerintah daerah akan mempercepat proses administrasi dan penganggaran agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai.

Selain melakukan penanganan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, BNPB, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pendataan kerusakan, distribusi bantuan, serta pemulihan infrastruktur yang terdampak.

Pemerintah daerah juga mengakui, keterbatasan alat berat masih menjadi tantangan dalam mempercepat pembersihan material longsor. Oleh karena itu, dukungan peralatan terus diupayakan agar proses pembukaan akses jalan dapat berlangsung lebih cepat. Di sisi lain, kebutuhan logistik seperti terpal, kasur, selimut, dan family kit juga terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bupati mengingatkan, masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca masih belum stabil. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan, lereng, maupun di sepanjang aliran sungai diminta mengurangi aktivitas yang berisiko serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda potensi longsor atau bencana lainnya.

"Pemerintah akan terus berupaya, agar seluruh dampak bencana dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, disertai percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi," ujar John Kenedy Azis.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp6,5 miliar. Nilai tersebut mencakup kerusakan infrastruktur jalan, badan jalan yang ambles, drainase, fasilitas umum, serta dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus melakukan pendataan secara menyeluruh karena angka kerugian tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses asesmen di lapangan. 

Pewarta: Fakhri Gtn

Publikasi  : Red@ksi.gtn.com 

Sebelumnya
DPC LSM BRANTAS MUBA TEMUKAN 3 PATOK HUTAN HP LALAN DI LAHAN PT. ABL DESA MURA MEDAK DUSUN...
Selanjutnya
Polres Sukabumi Ungkap Kasus Peredaran Sabu Di Surade Dan Ciemas, Tiga Tersangka...

Berita Terkait :