Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Sebulan Dibentuk, Pokja BSAN Sukabumi Belum Terlihat Bergerak, POPDIKSI: Jangan Hanya Aktif Saat Ada Anggaran

by Gardatipikornews.com
04 Juli 2026 - 10 Views

Sukabumi,  Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Hampir satu bulan sejak Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Kabupaten Sukabumi dibentuk, kinerjanya mulai menjadi sorotan publik. Menjelang Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Pokja dinilai belum menunjukkan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sekolah maupun peserta didik.

Ketua Perkumpulan Persatuan Orang Tua Peserta Didik Seluruh Sukabumi (POPDIKSI), Ujang Suherman, S.Pd., mengatakan momentum penerimaan peserta didik baru seharusnya dimanfaatkan Pokja BSAN untuk menghadirkan program nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

"Jangan sampai pembentukan Pokja hanya berhenti pada seremoni. Masyarakat menunggu aksi nyata, bukan sekadar struktur organisasi," ujar Ujang saat ditemui di Sekretariat POPDIKSI, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, gerakan sosial di bidang pendidikan tidak harus selalu bergantung pada anggaran pemerintah. Edukasi kepada orang tua, sosialisasi pencegahan perundungan, penguatan karakter, hingga membangun kolaborasi dengan sekolah dapat dilakukan melalui komitmen dan kepedulian seluruh pihak.

Ujang juga menegaskan bahwa publik berharap anggota Pokja BSAN dipilih berdasarkan kompetensi, integritas, dan kapasitas, bukan semata-mata faktor loyalitas.

"Keberadaan Pokja harus dibuktikan dengan inovasi dan kerja nyata. Jangan sampai mengikuti pola kelompok kerja lain yang baru bergerak ketika ada anggaran. Jika itu terjadi, masyarakat akan menilai orientasinya lebih pada seremonial dan pembiayaan program, bukan pada pengabdian dan perubahan," tegasnya.

POPDIKSI berharap Pokja BSAN segera menunjukkan langkah strategis yang berdampak langsung bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi, sehingga kehadirannya benar-benar menjadi penggerak terwujudnya budaya sekolah yang aman dan nyaman, bukan sekadar organisasi yang aktif pada saat kegiatan beranggaran.

Publikasi  ; Red@ksi.gtn.com 


Sebelumnya
MAUNG & RAJAWALI: Keadilan Ka’ Talino & Ajaran Islam Jadi Dasar Percepatan Pengesahan RUU...

Berita Terkait :