Ia menambahkan, gangguan gajah itu diyakini akan terus berlanjut. Untuk itu, BKSDA Riau harus turun tangan untuk menghalau kawanan gajah.
"Serangan kawanan gajah akan terus berlangsung. Sebab, daerah Tesso salah satu jalur lintasan gajah setiap tahun," katanya.
Pemerintah harus memasang kawat kejut atau power fencing untuk memutuskan pergerakan gajah supaya tidak bisa masuk ke kebun warga.
Rusli dan sejumlah warga mengaku sudah melaporkan persoalan ini ke pihak terkait. Dan telah melakukan pertemuan di Gedung Serba Guna Kantor Camat Gunung Sahilan sejak 30 November 2022 lalu.
Namun sayangnya, hingga Selasa 6 Desember 2022 pihak dari BKSDA Riau atau pihak terkait lainnya belum ada yang turun ke lokasi.
"Sementara kerugian warga sudah mencapai puluhan hekta. Bahkan ada tanaman warga sudah rusak parah oleh kawanan gajah ini," sesal Rusli.
Ketua PPWI Riau Anasrul Mardiansyah turut menyoroti permasalahan konflik gajah dengan manusia di kawasan tersebut.
Lambannya penanganan dari pihak terkait akan menambah persoalan tersendiri konflik gajah dengan manusia di kawasan tersebut.
( Pewarta : Anasrul Kaperwil Riau
)