NTB || Gardatipikornews.com -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) kini tengah mengambil langkah agresif untuk mengatasi persoalan tingginya biaya tiket penerbangan yang naik sekitar 9 hingga 13 persen akibat lonjakan harga avtur global. Sebagai solusi strategis, pemerintah daerah mulai mempercepat penguatan konektivitas di jalur udara sekaligus mengoptimalkan potensi transportasi laut. Langkah ini diambil guna memastikan arus barang dan orang tetap lancar, sehingga stabilitas ekonomi di wilayah NTB tetap terjaga di tengah tantangan inflasi sektor transportasi.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Ervann Anwar, menegaskan bahwa penguatan konektivitas dalam kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT sangat krusial bagi sektor pariwisata. Beliau menyampaikan bahwa selain melobi penambahan rute udara, NTB kini fokus pada inovasi transportasi perairan. "Kami sedang mengembangkan jalur seaplane yang akan menghubungkan destinasi di Bali, Lombok, hingga Labuan Bajo dengan hub utama di Bendungan Batujai, Lombok Tengah," ungkap Ervan. Strategi ini diharapkan menjadi alternatif premium sekaligus solusi aksesibilitas antar-pulau yang lebih fleksibel.
Di sisi lain, percepatan konektivitas laut diperkuat melalui pembukaan rute-rute baru yang strategis. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, telah menargetkan pembukaan rute kapal cepat baru, seperti jalur Sanur–Mandalika dan Sanur–Senggigi pada tahun 2026 ini. Selain itu, digitalisasi tiket berbasis daring di Pelabuhan Senggigi mulai diterapkan untuk memudahkan akses wisatawan. Integrasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada kargo udara, yang pada gilirannya dapat menekan biaya distribusi logistik dan harga komoditas pokok di pasar lokal.
Langkah sinkronisasi antara jalur udara dan laut ini juga didukung dengan kehadiran maskapai baru, seperti TransNusa yang mulai melayani rute Jakarta–Lombok per 17 April 2026 untuk menambah kompetisi harga. Pemprov NTB optimistis bahwa dengan terbukanya akses yang lebih luas dan kompetitif, target kunjungan 2,5 hingga 3 juta wisatawan tahun ini dapat tercapai meski di tengah tekanan harga tiket pesawat. Strategi ini bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan fondasi untuk membangun ketahanan ekonomi NTB yang lebih mandiri dan terkoneksi secara nasional.
Upaya Pemprov NTB dalam merombak peta konektivitas ini diprediksi akan membawa perubahan besar pada struktur biaya logistik daerah dalam beberapa bulan ke depan. Masyarakat kini menanti realisasi penuh dari operasional seaplane pertama di Indonesia serta dampak langsungnya terhadap stabilitas harga di lapangan. Simak terus perkembangan kebijakan ini untuk mengetahui jadwal resmi dan rute kapal cepat terbaru yang akan segera diresmikan.
jurnalis : **GTN-lasmana
Sumber : Dinas Perhubungan NTB, 18:41 wita 28/04/2026.