LOMBOK TIMUR - NTB | Gardatipikornews.com -
Tim sukses *(Timses)* tentunya memiliki hubungan yang erat dengan kandidat yang dicalonkan dalam pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Mereka inilah yang bekerja dibalik layar untuk memenangkan kandidat. Namun terlepas dari itu semua, ada saja konflik internal yang terjadi seperti yang di alami oleh salah satu tim sukses *(Muhrim Rajasa)* yang juga menjadi bagian keluarga Bupati Terpilih (HM.SUKIMAN AZMY, MM) yang mendapat ketidak adilan. "Kata *Muhrim* " Saya tau bapak itu baik , dan sayapun yakin yang merusak pemikiran saya ini adalah orang - orang yang berada di sekelilingnya(juru atur) untuk membuat saya,menghalang - halangi agar tidak bisa bertemu bapakda Bupati,sebab sayav tau dan paham betul bagaiaman beliau,tutur Muhrim . Kebaikan bapak pertama yang dapat saya buktikan yaitu ketika pada awal di lantik dan melakukan pelantikan kedua untuk kabinet jajaran, seketika itu ada seorang kawan barisan saya yang pernah sama sama berjuang naik dan menjabat jadi Kabid dan Kabidnya itu keluar untuk sementara dapat posisi yang pas", ungkap *Muhrim*.
Beliau *(Bupati)* juga mengatakan pada hari jum'at saat itu mendapat telpon masuk menanyakan perihal alasan dia dikeluarkan tanpa solusi dan kapan akan dilantik.
"Saya kemudian menghubungi beliau *(Bupati)* melalui pesan Singkat WA ,ternyata saking baiknya bapakda (Bupati) dengan cepat menanggapi, dan masih ada sempat/waktu untuk menelpon saya balik, sekalipun pada saat itu azan pertama shalat Jum'at sedang berjalan ,isi dari telpon itu hanya satu beberapa patah kata saja *"SAMPAIKAN SALAM SAYA & WAJIB DI LANTIK TUNGGU WAKTU DAN TEMPAT YANG PAS DAN SUDAH SAYA SEDIAKAN TEMPAT YANG PAS* , dan benar saja tidak berselang lama jarak beberapa hari saja di adakanlah pergeseran atau pelantikan , hingga orang orang tersebut di tempatkan pada tempat yang memang sangat bagus", tuturnya.
Menurut *Muhrim* (Tim sekaligus Keluarga) Pemimpin terpilih yang sudah menjabat 4 Tahun lebih, Situasi Lombok Timur di bawah kepemimpinan Sukma sekarang ini dari awal IBARAT BANJIR , maksudnya , seperti tidak ada kesempatan bagi orang untuk selamatkan posisi antar sahabat atau teman . Orang-orang hanya sibuk mengurus dirinya sendiri untuk dan demi mendapatkan posisi yang baik/strategis sebagai Kabid dan Kadis misalkan.
"Mereka semua mendapatkan posisi yang baik, lulus dilantik jadi KABID, KADIS, KEPALA UPT dan seterusnya dan mereka - mereka itu adalah satu group/rekanan yang namanya disodorkan dan bisa sesuai harapan, bahkan ada satu Kabid yang posisinya tidak pernah diganti saya sebut saja namanya si X.
sambung *Muhrim...* "
"Namun ucapan Assalamualaikum lewat pesan Whatsapp saja tidak ada sama sekali, apalagi sapaan nyata, mereka hilang dan memblokir nomor saya, hal seperti ini kan tidak diketahui oleh Bupati,terangnya.
Beliau *(Bupati)* pasti mikirnya sudah aman-aman saja si *Muhrim* sama rombongan seperjuangannya",padahal pada kenyataan sebenarnya tidak seperti itu, hingga di 4 tahun lebih Daerah ini di pimpin, terlebih ditahun tahun terakhir untuk dapat bertemu *BUPATI* itu sangatlah sulit,bahkan nomor kontak saya di blokirnya. Tutur *Muhrim* dengan wajah yang berkaca kaca.
Hingga Akhirnya *Muhrim* Melampiaskan isi hati/curhatannya di berbagai group Whatsaap, yang dimana pada group group Whatsaap tersebut, banyak sekali terdapat pejabat pejabat pemerintahan, aktivis,pemerhati sosial, pengusaha *BERAS* dan lain sebagainya , yang juga ikut melihat membaca seluruh isi curhatan saudara *Muhrim* .
Tidak sedikit dari seisi WA group ikut berkomentar tentang curhatan tersebut, ada yang megusulkan untuk langsung menghadap/bertemu Bupati langsung, ada pula yang mengarahkan untuk mencoba membangun komunikasi kembali untuk bisa memperbaiki hubungan antara tim Sukses *(Muhrim)* yang juga tidak lain adalah orang yang dianggap anak oleh *Bupati*
*(DN.red.gtn/ntb)*