Dari sisi pengetahuan dan pengalaman tentu, Ihwan mengaku baru pertama kali ikut dalam Pesta Demokrasi Pilkades di Kabupaten Sukabumi. Namun, berangkat dari seorang pergerakan yang berlanglang buana di sejumlah organisasi, dirinya pernah terjun langsung mangawal sejumlah program pembangunan yang dicetuskan pemerintah.
"Pastinya, saya pernah ikut terlibat dalam mengawal program pembangunan pemerintah. Seperti dipercaya sebagai Kordinator Kawasan Ekonomi Khusus Lido (KEK), Kordinator Balai Parumahan Jabar II PUPR dan ikuti serta dalam Petani Milenial Jabar Juara yang di cetusnya Pemprov Jabar. Semoga semua ilmu yang dipelajari, bisa di implementasikan dalam membangun Desa Bojongsari lebih berkembang lagi," papar pria yang pernah dituju Sekertaris Pemuda Tani HKTI Kabupaten Sukabumi.
Selain pernah merasakan dan terjun secara langsung dalam program pembangunan pemerintah, Ihwan yang terbilang masih dinilai salah satu Calon Kepala Desa termuda di Pilkades serentak. Tidak menjadi surut semangat untuk beriktiar menjadi Calon Kepala Desa terpilih secara natural dan real dukungan masyarakat yang berkeinginan desanya lebih berubah dari sisi percepatan pembangunan, perekonomian, pertanian, dan lainnya.
"Mohon doanya dari semua pihak khusus masyarakat Bojongsari, baik kalangan muda milenial, tokoh-tokoh ulama, organisasi, yang satu ideologi dalam niat memajukan Bojongsari bersama inovisi terobosan yang dilahirkan dari kalangan Calon Kepala Desa muda terpilih, yang memiliki ragam program masa kini dengan tujuan untuk kemajuan masyarakat dan desa," tandas Owner Martabat Santri di Sukabumi.
Perwarta : Sarifudin (Arif)