Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Diduga Pekerjaan Dam Parid Cigarugak Desa Sukarasa Tidak Sesuai Spek

by Gardatipikornews
01 November 2022 - 400 Views
KAB.BOGOR | Gardatipikornews.com


Pembangunan Dam Parit di Cigarugak Desa Sukarasa Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor dengan biaya sebesar Rp166.379.500,- atas beban APBD Kabupaten Bogor, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan tahun anggaran 2022. Kontraktor atas pekerjaan proyek tersebut adalah CV. LIUD JAYA dan Konsultan Pengawas PT. Graha Madya Teknika. Pekerjaan Dam Parid menggunakan batu dan pasir kali yang ada area lokasi pembangunan proyek. Menurut pengakuan warga setempat yang ikut kerja pada proyek tersebut menyatakan bahwa pasir dan batu diambil dari kali. Pada saat Mulyadi pelaksana kontraktor CV. LIUD JAYA ditemui dilokasi menyatakan kalau membeli material batu dari luar sangat berat medannya. “lokasi bangunan proyek jauh dari jalan, makanya kami gunakan pasir dan batu yang ada setempat, karena untuk mengangkut semen saja dari jalan ke lokasi pakai motor itupun sangat sulit kondisinya karena lewat jalan sawah, apalagi kalau saat hujan itu jadi tidak bisa dilewati motor, masalah kualitas bangunan tetap dijaga,” ungkapnya. Mulyadi mengaku bukan sebagai kontraktor tapi hanya sebagai pelaksana dilapangan saja, dari pihak kontraktor CV. Luid Jaya tidak ada lokasi, saat mau dikonfirmasi siapa kontraktornya, Mulyadi justru memberi nomor telepon yang ternyata salah seorang yang mengaku sebagai LSM, bukan kontraktor. "Untuk tenaga kerja melibatkan warga setempat dan sebagian dari pihak kontraktor karena menyangkut teknis pekerjaan. “Tenaga kerja saya pakai warga sekitar lokasi proyek dan sebagian saya bawa tenaga kerja sendiri karena berhubungan dengan teknis pekerjaan, untuk bahan material batu dan pasir dari sekitar lokasi proyek, tapi kan kita bayar bukan berarti gratis”, Ujar Mulyadi. ( @gon gtn)
Sebelumnya
Apel Kesiapsiagaan Bencana, Tim Kano Sat Samapta dan Sat Polair Polresta Tangerang Simulasi...
Selanjutnya
Kejari Aceh Jaya Lakukan Pemusnahan BB Tindak Pidana Umum yang telah...

Berita Terkait :