Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Pendidikan - GTN Politik - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Ketua Umum Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia & Redaksi Media Aktivis Pers - Indonesia Menyampaikan Peran Penting Bangsa Indonesia Dalam Kebersamaan, Kesatuan Bernegara Untuk Indonesia Lebih Maju Kedepan

by Gardatipikornews.com
01 Oktober 2026 - 14 Views

Jakarta || Gardatipikornews.com -- Kamis,  01 Oktober, warga masyarakat Bangsa Indonesia mengenang Hari Kesaktian Pancasila. Bukan sekadar peringatan rutin, melainkan momen merenungkan kembali fondasi tertinggi negara ini : Pancasila, yang terbukti tak tergoyahkan meski badai perpecahan sempat menerpa.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia & Pimpinan Redaksi Media Aktivis Pers - Indonesia.Co.Id, Bapak Herry Setiawan, S.H., C.BJ., C.EJ. menyampaikan renungan mendalam tentang makna kesaktian yang sesungguhnya — bukan kekuatan gaib, melainkan kekuatan kebersamaan yang tak boleh pudar.

Herry Setiawan menegaskan, Pancasila hidup bukan pada lambang atau prasasti saja, melainkan pada sikap setiap warga negara :

“Kesaktian Pancasila bukan berarti ia kebal dari ujian. Ia tetap sakti selama kita menjaganya. Jika kita membiarkan perpecahan, membiarkan kebencian menguasai, maka Pancasila tinggal tulisan saja.”

Lima sila bukan urutan kata yang kaku, melainkan satu kesatuan utuh: Ketuhanan, berarti tidak saling menindas atas nama Tuhan. Kemanusiaan, berarti tidak mendzalimi sesama, apa pun alasannya, Persatuan , berarti perbedaan adalah kekayaan, bukan alasan perang, Kerakyatan berarti suara rakyat didengar, bukan dibungkam dan Keadilan, berarti yang lemah dilindungi, yang kuat tidak semena-mena. Pada Hari Kamis 01 Oktober 2026.

Peringatan ini, menurut Herry Setiawan, seharusnya menyatukan, bukan memecah belah Bangsa Negara Indonesia :

“Kita boleh berbeda pandangan tentang sejarah. Tapi satu hal yang tak boleh berbeda: tekad agar kejadian kelam tidak terulang. Mengenang korban tanpa menabur kebencian , itulah cara paling mulia menghormati mereka.”Hari Kesaktian Pancasila adalah pengingat: Bahwa perpecahan membawa kehancuran, persatuan adalah harga yang mahal dan NKRI berdiri di atas pengorbanan mereka yang meyakini kebersamaan lebih tinggi dari kepentingan kelompok.

“Pancasila diuji setiap kali kita diam melihat ketidakadilan. Ia diuji setiap kali kita membenci sesama warga negeri. Itulah ujian sesungguhnya , apakah kita masih memegang teguh, atau mulai membiarkan negeri terpecah.”

Panggilan Kembali ke Jalan Bersama Menutup peringatan ini, Herry Setiawan mengajak seluruh elemen Bangsa Negara Indonesia :

“Mari kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai titik balik. Saling mengingatkan, saling mengoreksi, namun tetap bergandengan tangan. Pancasila sakti karena rakyatnya bersatu.

 Selama kita menjaga persatuan, tak ada yang bisa memecah belah negeri ini.”

Hari Kesaktian Pancasila bukan milik satu golongan, satu kelompok, atau satu pandangan. Ia milik seluruh rakyat Indonesia — mereka yang menginginkan negeri ini tetap utuh, damai, dan adil.

Sumber : Aktivis Indonesia 

Sebelumnya
Polisi Evakuasi Mayat Tanpa Identitas Di Bawah Jembatan Tol Bocimi KM...
Selanjutnya
Petisi 26 Klarifikasi Pemberitaan Yang Beredar, Bantah Tudingan Penyusup Dan Dugaan...

Berita Terkait :