Namun, lanjut Cucu menambahkan, datang klaim dari pihak Perhutani bahwa lahan yang sudah dibelinya tersebut adalah bagian lahan Perhutani. Sedangkan menurut riwayat peta desa yang ada bahwa awal muasalnya lahan tersebut merupakan lahan masyarakat yang diserahkan dari PT Salak Gede kepada Perhutani.
"Awalnya tanah masyarakat yang diserahkan dari PT Salak Gede ke Perhutani, bagian dari penambahan tukar guling lahan," tambah Cucu. Dirinya merasa keberatan dengan adanya klaim dari pihak Perhutani tersebut.
"Kami sebagai pemilik sah tanah tersebut merasa keberatan atas klaim tersebut," ungkap Cucu kembali.
Cucu Setiawan menambahkan : "Kami akan meminta kepastian hukum, untuk itu kami akan ajukan gugatannya nanti secara perdata terkait tuntutan pengembalian kembali tanah tersebut kepada masyarakat."
Cucu pun meminta kepada pihak Perhutani untuk memperhatikan hak dari pengelolaan wisata alam karena lahan miliknya digunakan untuk wahana tersebut.
"Karena wahana wisatanya ada dilahan milik saya maka saya minta hak dan bagian dari pengelolaan dalam bentuk kerjasama. Itupun kalau ada dan kalau tidak ya kita sama-sama saja, saya tutup sementara akses masuk ke lahan saya sampai permasalahan ini selesai," tegas Cucu Setiawan kembali
Sementara, Budiyanto, (Budi) Kordinator dari pengelola wisata alam curug Leuwi Hejo mengatakan masyarakat yang bekerja di wahana wisata alam Leuwihejo sebanyak 74 orang, apabila akses masuk ke area kaki Bukit Leutik ditutup sementara akan berdampak berkurangnya pendapatan.
"Saya mewakili pekerja di Leuwihejo berharap akses menuju wahana di kaki Bukit Leutik tidak ditutup, meskipun hanya sementara, karena secara tidak langsung akan berkurang pendapatan pengelolaannya," harap Budiyanto didampingi Utun dan Odon.
Pihaknya berharap permasalahan klaim atas lahan dari kedua belah pihak tersebut dapat segera diselesaikan secara baik supaya pendapatan dari para wisatawan tidak berkurang.
"Kami hanya minta diperhatikan oleh kedua belah pihak supaya tidak menutup akses masuk ke lokasi wahana di kaki bukit leutik," imbuhnya.
Reporter: Agustion